Postingan

SALAFI TIDAK KONSISTEN IKUT IBNU TAIMIYYAH?

SALAFI TIDAK KONSISTEN IKUT IBNU TAIMIYYAH? Salah satu ayat yang selalu menjadikan perdebatan sepanjang masa tentang tafsir atau maknanya adalah ayat yang ke 54 dari surah al A'rof, Allah Ta'ala berfirman,  إنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الأعراف/54 “Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia istiwa di atas ‘Arsy”. (QS. Al A’raf: 54). Kebanyakan para ulama salaf, memaknai atau menafsiri kata istiwa adalah Al ‘Uluw wa Al Irtifa’ (tinggi).  Berkata Imam Bukhari rahimahullah didalam shahihnya,  " باب : ( وكان عرشه على الماء ) ، ( وهو رب العرش العظيم ) . قال أبو العالية: استوى إلى السماء: ارتفع... وقال مجاهد: استوى: علا على العرش Bab: (Dan adalah Arsy-Nya di atas air), (dan "Dia adalah Rabb Arsy yang agung). Abul 'Aliyah berkata: "Istawa ke langit maknanya adalah tinggi (naik)...". Dan Mujahid berkata: "(Makna) Istawa adala...

ORANG-ORANG KAFIR QURAISY BERTAUHID RUBUBIYAH?

ORANG-ORANG KAFIR QURAISY BERTAUHID RUBUBIYAH? Ahlussunnah waljamaah menyakini bahwa orang-orang kafir quraisy (Abu Jahal, Abu Lahab dan yang lainnya) memiliki tauhid rububiyyah, menyakini atau mengimani bahwasanya Allah Ta'ala adalah yang menciptakan langit dan bumi, menciptakan jin dan manusia dan menciptakan segala sesuatu, memberi rezeki, mematikan menghidupkan, mengatur segala urusan dan yang lainnya dari rububiyyahnya Allah Ta'ala.  Allah Ta’ala berfirman : {وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, "Allah.” Katakanlah, "Segala puji bagi Allah, " tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Luqman 25,, lihat pula dalam surah Az Zumar 38 dan Az Zukhruf 9). Dan Allah Ta’ala berfirman: وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأ...

RUSAK TAUHID RUBUBIYYAHNYA

 RUSAK TAUHID RUBUBIYYAHNYA Kalau menjumpai seorang mbah-mbah yang memberi sesajen ke sawah, tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, siapakah yang memberi rezeki, siapakah yang mematikan menghidupkan dan siapakah yang memberikan manfaat dan mudharat?" Niscaya si mbah akan menjawab, "Gusti Allah." Kemudian coba tanyakan, itu sesajen untuk siapa mbah? "Oh untuk Dewi Sri, agar hasil padinya bagus, panennya melimpah dan aman dari hama." Di pantai selatan ada acara larung sesaji, coba tanyakan kepada salah satu diantara mereka, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi, yang menururkan air hujan, yang mematikan menghidupkan, memberikan manfaat dan mudharat dan yang memberi rezeki?" Pasti akan mengatakan, "Allah." Lantas tanyakan kepadanya, itu larung sesaji untuk siapa? "Oh ini untuk Nyi Roro Kidul agar hasil laut melimpah, supaya nyai tidak ganggu, agar selamat dan aman." Sebagian orang pemilik toko atau ...

AHLUL BID’AH LEBIH BERBAHAYA DARIPADA ORANG KAFIR?

 AHLUL BID'AH LEBIH BERBAHAYA DARIPADA ORANG KAFIR? Betulkah ahlul bid'ah lebih berbahaya daripada orang kafir? Menurut ulama, sangat-sangat betul. Perhatikan perkataan-perkataan ulama ahlussunnah waljamaah berikut ini, Berkata Ibnul-Jauziy rahimahullah (wafat thn. 597 H / 1201 M), قال أبو الوفاء علي بن عقيل الفقيه : قال شيخنا أبو الفضل الهمداني : مبتدعة الإسلام، والوضاعون للأحاديث أشد من الملحدين؛ لأن الملحدين قصدوا إفساد الدين من الخارج، وهؤلاء قصدوا إفساده من الداخل؛ فهم كأهل بلد سعوا في إفساد أحواله، والملحدون كالمحاصرين من الخارج، فالدخلاء يفتحون الحصن؛ فهم شر على الإسلام من غير الملابسين له “Abu al-Wafa 'Ali bin 'Aqil al-Faqih berkata: Guru kami, Abu al-Fadl al-Hamdani, berkata: 'Para PELAKU BID'AH dalam Islam dan para pemalsu hadis LEBIH BERBAHAYA daripada kaum ATEIS (zindiq/mulhid). Karena kaum ateis bertujuan merusak agama dari luar, sedangkan mereka (pelaku bid'ah dan pemalsu hadis) bertujuan merusaknya dari dalam. Mereka itu seperti penduduk suatu...

KERAS TERHADAP SESAMA AHLUSSUNNAH

KERAS TERHADAP SESAMA AHLUSSUNNAH  Ahlussunnah itu yang paling sedikit jumlahnya dibandingkan dengan ahlul bid'ah dan kelompok-kelompok menyimpang lainnya. Oleh karena itu bersikap lemah lembutlah dengan sesama ahlussunnah. Semoga Allah Ta'ala merahmatinya. Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : اعلموا رحمكم الله إن أهل السنة كانوا أقل الناس فيما مضي وهم أقل الناس فيما بقى. تعظيم قدر الصلاة : 2/678 “Ketahuilah, semoga Allah merahmati kalian, sesungguhnya Ahlus Sunnah adalah manusia yang paling sedikit (jumlahnya) di masa lalu, sekarang dan di masa yang akan datang. (Ta’zhim Qodri Ash-Sholat 2/678) Dan berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : يا أهل السنة ترفقوا رحمكم الله فإنكم من أقل الناس “Wahai Ahlus Sunnah, bersikap lemah lembutlah diantara kalian, semoga Allah merahmati kalian, karena sesungguhnya kalian adalah manusia yang paling sedikit (jumlahnya).” ( Syarhu Ushuli I’tiqodi Ahlis Sunnati Wal Jama’ah, karya Al-Lalaka’i I/57 no.19). Namun sayang, justru justru jumlah ...

ORANG BARU BERTAUBAT

 ORANG BARU BERTAUBAT Orang yang baru bertaubat, baik karena dulunya pelaku maksiat atau pelaku bid'ah, maka hendaklah terlebih dahulu memperbaiki dirinya sendiri dengan banyak belajar agama. Bukan langsung bicara agama, berdakwah kesana kemari, apalagi berfatwa dalam persoalan agama. Bagaimana bisa dia bicara agama, kalau dia bodoh tentang agama ini.  Berkata Asy Syeikh Muhammad Amani Al Jamiyyi rahimahullah: اصلح نفسك بالعلم ثم حاول اصلاح غيرك Perbaiki dirimu dengan ilmu kemudian baru beralih perbaiki selainmu. (Syarah Qurrota 'Uyun AlMuwahhidin 13). Setelah dirinya diperbaiki, baru memperbaiki keluarga terdekatnya. Dimulai dari anak, isteri dan kerabat terdekat lainnya. Jangan terbalik, sibuk mendakwahi atau menasehati orang lain, keluarga sendiri dilalaikan. Mendidik, menasehati dan memperingatkan keluarga merupakan prioritas pertama dan  utama. Jangan lelah dan letih untuk mengajak mereka kepada kebaikan, memperingatkan dan melarang dari perbuatan maksiat. Allah Ta'a...

SEJARAH PANJANG PERAYAAN MAULID NABI

SEJARAH PANJANG PERAYAAN MAULID NABI Perayaan maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam memiliki sejarah yang sangat panjang. Dimulai dari dinasti Fathimiah yang berdiri pada abad ke-4 Hijriah (abad ke-10 Masehi) tepatnya dimulai tahun 909 M sampai tahun 1171 M, yang berhaluan Syiah Ismailiyah, sebagaimana dikatakan oleh para pakar sejarah. Sejarawan Mesir Al-Maqrizi rahimahullah (wafat tahun 845 H / 1442 M), berkata, وكان للخلفاء الفاطميين في طول السنة: أعياد ومواسم، وهي: موسم رأس السنة، وموسم أوّل العام، ويوم عاشوراء، ومولد النبيّ ﷺ، ومولد عليّ بن أبي طالب رضي الله عنه، ومولد الحسن، ومولد الحسين عليهما السلام، ومولد فاطمة الزهراء عليها السلام، ومولد الخليفة الحاضر، وليلة أوّل رجب، وليلة نصفه، وليلة أوّل شعبان، وليلة نصفه، وموسم ليلة رمضان، وغرّة رمضان، وسماط رمضان، وليلة الختم، وموسم عيد الفطر، وموسم عيد النحر، وعيد الغدير، وكسوة الشتاء، وكسوة الصيف، وموسم فتح الخليج، ويوم النوروز، ويوم الغطاس، ويوم الميلاد، وخميس العدس، وأيام الركوبات. Para Khalifah Fatimiyah sepanjang tahun memiliki ...