SEJARAH PANJANG PERAYAAN MAULID NABI

SEJARAH PANJANG PERAYAAN MAULID NABI

Perayaan maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam memiliki sejarah yang sangat panjang. Dimulai dari dinasti Fathimiah yang berdiri pada abad ke-4 Hijriah (abad ke-10 Masehi) tepatnya dimulai tahun 909 M sampai tahun 1171 M, yang berhaluan Syiah Ismailiyah, sebagaimana dikatakan oleh para pakar sejarah.

Sejarawan Mesir Al-Maqrizi rahimahullah (wafat tahun 845 H / 1442 M), berkata,

وكان للخلفاء الفاطميين في طول السنة: أعياد ومواسم، وهي: موسم رأس السنة، وموسم أوّل العام، ويوم عاشوراء، ومولد النبيّ ﷺ، ومولد عليّ بن أبي طالب رضي الله عنه، ومولد الحسن، ومولد الحسين عليهما السلام، ومولد فاطمة الزهراء عليها السلام، ومولد الخليفة الحاضر، وليلة أوّل رجب، وليلة نصفه، وليلة أوّل شعبان، وليلة نصفه، وموسم ليلة رمضان، وغرّة رمضان، وسماط رمضان، وليلة الختم، وموسم عيد الفطر، وموسم عيد النحر، وعيد الغدير، وكسوة الشتاء، وكسوة الصيف، وموسم فتح الخليج، ويوم النوروز، ويوم الغطاس، ويوم الميلاد، وخميس العدس، وأيام الركوبات.

Para Khalifah Fatimiyah sepanjang tahun memiliki hari-hari raya dan perayaan musim, yaitu: musim 'Tahun Baru', musim 'Awal Tahun', hari 'Asyura', maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam, maulid 'Ali bin Abi Thalib', maulid 'Al-Hasan' dan 'Al-Husain', maulid 'Fatimah Az-Zahra', maulid 'Khalifah yang eedang menjabat', 'malam awal Rajab', 'malam pertengahan Rajab', 'perayaan malam Ramadan', 'awal Ramadan', 'perjamuan makan (simath) Ramadan', 'malam khataman', perayaan 'Idulfitri', perayaan 'Iduladha', 'Hari Raya Ghadir Khumm', 'pembagian pakaian musim dingin', 'pembagian pakaian musim panas', perayaan 'Pembukaan Terusan/Kanal (Fath al-Khalij)', hari 'Nawruz', hari 'Epifani (Al-Ghithas)', 'Hari Natal (Al-Milad)', 'Kamis Lentil (Khamis al-'Adas)', serta 'hari-hari pawai penunggang kuda (Ayyam al-Rukubat)'." (Kitab Al-Mawā‘iẓ wal-I‘tibār fī Dhikr al-Khiṭaṭ wal-Āthār) 

Berkata Syekh Ali Mahfuz rahimahullah (wafat thn 1361 H / 1942 M),

"أول من أحدثها بالقاهرة : الخلفاء الفاطميون في القرن الرابع ، فابتدعوا ستة موالد : المولد النبوي ، ومولد الإمام علي رضي الله عنه ، ومولد فاطمة الزهراء رضي الله عنها ، ومولد الحسن والحسين رضي الله عنهما ، ومولد الخليفة الحاضر ، وبقيت الموالد على رسومها ، إلى أن أبطلها " الأفضل أمير الجيوش " ، ثم أعيدت في خلافة الآمر بأحكام الله في سنة أربع وعشرين وخمسمائة ، بعدما كاد الناس ينسونها ، وأول من أحدث المولد النبوي بمدينة " إربل " : الملك المظفر أبو سعيد في القرن السابع ، وقد استمر العمل بالمولد إلى يومنا هذا ، وتوسع الناس فيها ، وابتدعوا كل ما تهواه أنفسهم ، وتوحيه شياطين الإنس والجن" انتهى .

" الإبداع في مضار الابتداع " ( ص 251 ) .

"(Perayaan maulid) pertama kali diadakan di Kairo, yaitu pada masa dinasti Fathimiah, abad ke 4 H. Ketika itu mereka mengada-adakan empat perayaan kelahiran (maulid); Maulid Nabi, Maulid Imam Ali radhiallahu anhu, Maulid Fatimah Az-Zahra' radhiallahu anha, Maulid Hasan dan Husain radhiallahu anhuma dan maulid Khalifah saat itu. Perayaan tersebut terus dilaksanakan hingga dihilangkan oleh Al-Afdhal, pemimpin tentara. Kemudian diadakan kembali pada masa khalifah Al-Amir bi Ahkamillah, pada tahun 524 H setelah nyaris dilupakan orang. Sedangkan yang pertama kali mengadakan maulid di wilayah Arbil adalah Raja Muzaffar Abu Sa'id pada abad ketujuh dan terus diadakan hingga hari ini. Bahkan orang-orang mengembangkannya dan melakukan bid'ah sesuka hati mereka dengan bisikan setan manusia dan jin." (Al-Ibda' Fi Madhari Al-Ibtida', hal. 251).

Syekh Utsaimin rahimahullah ditanya, 

من هم أول من أحدثوا بدعة المولد النبوي وكيف جاءت ؟

“Siapakah mereka yang pertama kali mengadakan bid’ah Maulid Nabi, dan bagaimana hal itu bisa terjadi ?

Beliau menjawab, 

 أوّل من أحدثها الفاطميون في مصر في القرن الرابع الهجري وفي القرن السابع أحدثها ملك أربل في العراق .
ثم انتشرت في المسلمين

Yang pertama kali mengadakan adalah (Dinasti) Fathimiyyun (Syi’ah) di Mesir pada abad ke-4 hijriyyah. Dan di abad ke 7 diadakan kembali oleh Raja Arbal di Iraq. Kemudian menyebarlah bid’ah tersebut di tengah kaum muslimin.

وسببها كما يقول شيخ الإسلام ابن تيمية في اقتضاء الصراط المستقيم :

Dan sebabnya, sebagaimana dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah didalam Kitab Iqtidha’ ash-Shirat al-Mustaqim;

سببها إما محبة الرسول عليه الصلاة والسلام
فظنوا أن هذا من مقتضى المحبة

Sebabnya karena kecintaan yang berlebihan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, sehingga mereka mengira bahwa ini (perayaan Maulid Nabi) diantara (termasuk) bukti rasa cinta.

وإما مضاهاة للنصارى ؛ لأن النصارى يقيمون عيداً
لمولد المسيح عليه الصلاة والسلام ..

Dan adakalanya persaingan dengan nasrani. Karena sesungguhnya orang nasrani mereka menegakkan (mengadakan) perayaan kelahiran Isa bin Maryam alaihimassalam. 

وأياً كـان السبب فكُلّ بدعة ضلالة [ لقاء الباب المفتوح (٢١٠) ]

Yang pasti, apapun sebabnya, maka setiap bid'ah itu sesat. (Liqa’ Bab al-Maftuh, 210).

Kemudian perayaan maulid yang awalnya dimulai dari dinasti Fathimiah Syiah Ismailiyah diikuti oleh kelompok-kelompok shufi, tarekat dan orang-orang yang menisbatkan diri (mengklaim diri) ahlussunnah.

Berkata Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan -hafizhahullah- :

أوّل مَن أحْدث المَوْلِد الشيعة الفاطِمِيُّون، ثُمّ أخذهُ الأغْرار المُنْتسِبُونَ لأهل السُّنّة عن حُسْن نِيّة وقصد، ويزعُمون أنّهُ من محبّة الرّسول وليْسَ ذلِكَ من محبّتِهِ، إنّما المحبّة بِالِاتِّباع لا الِابْتِداع. 

Kelompok yang pertama kali mencetuskan perayaan maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah Syi'ah Fathimiyyah. Kemudian amalan tersebut diadopsi oleh orang-orang yang tertipu dari kalangan orang-orang yang menisbatkan diri kepada ahlussunah. Hal tersebut berawal dari niat dan tujuan yang baik, dan mereka menyangka bahwa itu termasuk bentuk cinta rasul, padahal sejatinya hal tersebut bukan termasuk bentuk cinta rasul.
Bukti cinta rasul adalah dengan mengikuti sunnah dan jalan hidup beliau, bukan dengan mengadakan amalan-amalan baru yang tidak pernah dicontohkan beliau". (Syarah Akidah Thahawiyah hal.176).

Sedangkan di generasi terbaik dalam islam (sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) tidak ada riwayat yang shahih mereka mengamalkan atau melakukan perayaan maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam. 

Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaaniy rahimahullah (wafat thn 852 H),

أصل عمل المولد بدعة لم تنقل عن أحد من السلف الصالح من القرون الثلاثة...

Asal perbuatan (memperingati) Maulid (Nabi) adalah BID’AH yang tidak pernah ternukil dari Salafus Sholih seorangpun dari tiga kurun generasi (awal)…(al-Haawiy lil Fataawa lis-suyuuthiy (1/282)).

Berkata Al-Imam as-Sakhowiy rahimahullah (wafat thn 831 H),

أصل عمل المولد الشريف لم ينقل عن أحد من السلف الصالح في القرون الثلاثة الفاضلة، وإنما حدث بعدها بالمقاصد الحسنة...

Asal perbuatan (memperingati) Maulid yang mulia tidaklah ternukil dari Salafus Sholih seorangpun pada tiga kurun generasi yang utama. (Peringatan Maulid itu) hanyalah dilaksanakan setelah (tiga kurun itu) dengan tujuan yang baik … (al-Maulidur Rowiy fil Maulidin Nabawiy karya Mula Ali Qoriy halaman 12).

Berkata Al-'Allaamah as-Syaukaani rahimahullahu ta'ala (wafat thn 1250 H),

المولد لم أجد إلى الآن دليلاً يدل على ثبوته من كتاب، ولا سنة، ولا إجماع، ولا قياس، ولا استدلال، بل أجمع المسلمون أنه لم يوجد في عصر خير القرون، ولا الذين يلونهم، ولا الذين يلونهم .

Maulid itu hingga sekarang tidak saya temukan dalil yang menunjukkan akan tetapnya dari kitab, tidak pula dari sunnah, tidak pula ijma', tidak pula qiyaas, tidak pula istidlaal, bahkan kaum muslimin berijma' bahwasanya maulid tidak ditemukan dizaman sebaik-baik qurun, tidak pula dimasa orang-orang setelah mereka, dan tidak pula dimasa orang-orang setelah mereka. (al-Fathur Rabbaani 2/10).

Oleh karena itu, selama Syiah masih ada di permukaan bumi, begitu pula kelompok shufi dan tarekat, perayaan maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam akan tetap ada selamanya. 

Namun walaupun demikian, tidak menyurutkan dakwah manhaj salaf yang mengajak untuk kembali kepada alquran dan assunnah dengan pemahaman yang benar, pemahaman para salafushshaleh, bahwa perayaan maulid bukan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bukan pula sunnah Khulafaur Rasyidin dan generasi terbaik dalam islam (sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) tidak mengamalkan atau melakukannya. 

AFM 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOLUSI MENCEGAH BENCANA

Kehidupan Yang Baik

ABU LAHAB GEMBIRA DENGAN KELAHIRAN NABI, DIRINGANKAN SIKSAANNYA?