Postingan

LEBIH DEKAT DENGAN URAT LEHER

LEBIH DEKAT DENGAN URAT LEHER Ketika disampaikan bahwasanya Allah Ta'ala di atas langit sebagaimana disebutkan dalam dalil-dalil yang banyak dan seabrek fatwa ulama, orang-orang yang memiliki pemahaman yang menyimpang mengatakan, "Allah itu lebih dekat dari pada urat leher." Kenapa mereka menyimpang? Karena mereka memahami ayat dengan pemahaman hawa nafsunya, bukan pemahaman bagaimana para salaf memahami.  Allah Ta'ala berfirman,  وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih DEKAT kepadanya dari pada URAT LEHERNYA, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada s...

MAAF SAYA BUKAN USTADZ

MAAF SAYA BUKAN USTADZ Ada orang, yang hobinya serang sini serang sana, tahdzir alan tahdzir pulan, kritisi ustadz itu dan menyalahkan ulama ini. Ketika ditanya, kamu ustadz atau ulamakah?   "Maaf, saya bukan ulama dan bukan pula ustadz."  Tetapi herannya dia berperan sebagai ustadz atau ulama, dengan membantah para ustadz atau ulama. Berkata Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah : يقول: لست عالما، ثم يرد على علماء الأمة، ويتحدث في أدق النوازل، ويتصدر مجالس الفتيا، ويؤول النصوص حسب هواه، طيب لو ادعيت بإنك عالم ماذا ستفعل؟!  "Ada orang yang mengatakan, ‘Aku bukan ulama,’ namun anehnya setelah itu, dia membantah para ulama umat ini, bicara tentang masalah-masalah kontemporer yang paling rumit, lancang menyampaikan fatwa, dan menafsirkan dalil-dalil syari’at sesuai dengan hawa nafsunya. Terus, seandainya engkau menganggap bahwa dirimu adalah seorang ulama, kira-kira apa yang akan engkau lakukan?!” Sumber : https://mobile.twitter.com/m_g_alomari/status/85370189876...

KUALITAS SESEORANG DILIHAT DARI LISANNYA

KUALITAS SESEORANG DILIHAT DARI LISANNYA  Ahlul bid'ah, hizbiyyun atau harokiyyun kebusukan hatinya terpancar dari lisan atau tulisannya. Omongan dan tulisannya penuh dengan cacian, makian dan sumpah serapah. Kata-kata goblok, tolol, bodoh atau nama-nama binatang yang mereka lontarkan kepada orang yang menyelisihinya, menghiasi omongan atau tulisannya dalam kesehariannya. Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah,  فالخبيث يتفجر من قلبه الخبث على لسانه وجوارحه، والطيب يتفجر من قلبه الطيب على لسانه وجوارحه. "Orang yang BUSUK akan terpancar dari hatinya kebusukan melalui lisan dan anggota badannya, sedangkan orang yang baik akan terpancar kebaikan dari lisan dan anggota badannya pula." (Zaadul Ma’ad).  Dan berkata Ibnul Qayyim rahimahullah,  أي كما تطعم بلسانك طعمَ ما في القدور من الطعام فتدرك العلم بحقيقته، كذلك تطعم ما في قلب الرجل من لسانه، فتذوق ما في قلبه من لسانه، كما تذوق ما في القدر بلسانك. الداء والدواء (ص ١٨٧) "Yakni, sebagaimana engkau mencicipi rasa makanan yang ad...

MENGHIBUR YANG TERKENA MUSIBAH

MENGHIBUR YANG TERKENA MUSIBAH Jika seseorang mendatangi atau mengunjungi orang yang terkena bencana atau musibah, maka hendaklah menghiburnya.  Katakan padanya, "Bersabarlah, semoga Allah memberikan pahala dan menggantinkanya dengan yang lebih baik." Jangan mengatakan, "Bertaubatlah, beristighfarlah, itu karena akibat maksiatmu, kebid'ahan dan kesyirikanmu!" Memang perkataan itu tidak salah, sangat benar, namun momen dan waktunya tidak tepat.  Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata: إذا كان قول الحق في غير محله وفي غير وقته وبغير الأسلوب المناسب، فإنه يسبب مفسدة Jika perkataan yang benar disampaikan tidak pada tempatnya, tidak pada waktu yang tepat, dan tidak menggunakan cara yang pas, maka hal itu akan menyebabkan kerusakan. (Ni'matul Amni, hlm. 34). Dakwah menyampaikan kebenaran itu mesti dengan ilmu. Ilmu disini bukan hanya tentang syari’at saja, tetapi mencakup ilmu tentang syari’at, ilmu tentang keadaan orang yang didakwahi dan ilmu tentang ...

NIAT MELAKUKAN KEMUNGKARAN

NIAT MELAKUKAN KEMUNGKARAN  Seseorang yang berniat melakukan kemungkaran atau kemaksiatan, tidak dihukumi atau dicatat berdosa sampai dia melakukannya.  Mabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: مَن هَمَّ بحَسَنةٍ فلم يَعمَلْها كُتِبَت له حَسَنةً، ومن هَمَّ بحَسَنةٍ فعَمِلَها كُتِبَت له عَشرًا إلى سبعِمئةِ ضِعفٍ، ومن هَمَّ بسَيِّئةٍ فلم يعمَلْها لم تُكتَبْ، وإنْ عَمِلها كُتِبَت Barang siapa yang berniat melakukan suatu kebaikan tetapi tidak melakukannya, maka dicatat baginya satu pahala kebaikan. Dan barang siapa yang berniat melakukan kebaikan lalu jadi melakukannya, maka dicatat baginya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat pahala. Dan barang siapa yang berniat melakukan keburukan tetapi tidak melakukannya, maka tidak dicatat sebagai dosa. Namun jika ia melakukannya, maka dicatat sebagai satu dosa” (HR. Muslim). Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: إنَّ اللَّهَ كَتَبَ الحَسَناتِ والسَّيِّئاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذلكَ، فمَن هَمَّ بحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْها، كَتَبَها الل...

TERGESA-GESA DARI SETAN

TERGESA-GESA DARI SETAN Salah satu tabiat dan watak manusia adalah tergesa-gesa dalam seluruh urusan. Dan inilah tabiat dan watak yang buruk. Allah Ta'ala berfirman,  وَكَانَ الإنْسَانُ عَجُولا Dan adalah manusia itu bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra: 11). Dan Allah Ta’ala berfirman,  خُلِقَ الإنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. (Al-Anbiya: 37) Disebutkan dalam tafsir Al-Muyassar, "خُلق الإنسان عجولا يبادر الأشياء ويستعجل وقوعها" "Manusia diciptakan dalam keadaan bertabiat tergesa-gesa; dia ingin mengerjakan segala sesuatu dengan segera dan berhasrat segala sesuatu terjadi dengan cepat." (Tafsir Al-Muyassar).   Sifat tergesa-gesa itu dari setan. Kecuali yang memang disyariatkan untuk bersegera melakukannya.  Disebutkan dalam Al Hilyah Li Abi Nu'aim, العجلـة مـن الشيطـان إلا فـي خمـس : ١) إطعـام الضيـف. ٢) تجهيـز الميـت. ٣) تزويـج البكـر. ٤) قضـاء الديـن. ٥) التوبـة مـن الذنـب. [الحليـة لأبـي نعيـم (٨ / ٨٢)] Tergesa-gesa itu d...

TIDAK MENGAKUI KESALAHAN

TIDAK MENGAKUI KESALAHAN  Seseorang telah melakukan kesalahan, contohnya dengan menyebarkan berita atau kabar yang tidak benar atau belum tentu benar. Karena kadung tersebar dan di share banyak orang, bukannya minta maaf dan klasifikasi, justru tetap menyalahkan orang yang disebarkan beritanya. Padahal kalau dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf, dosa kezalimannya tidak akan dituntut di akhirat dan tidak akan menjadi orang yang bangkrut di hari perhisaban.  Memang, mengakui kesalahan membutuhkan orang-orang yang jujur dan bertawakkal, yaitu orang-orang yang mengharapkan pahala di sisi Allah. Berkata Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah: ‏الرجوع إلى الحق والاعتذار عن الخطأ يحتاج رجالا صادقين متوكلين، يرجون ما عند الله من الأجر، لا ما عند الخلق من حطام الدنيا أو الشهرة والمديح. "Kembali kepada kebenaran dan mengakui kesalahan membutuhkan orang-orang yang jujur dan bertawakkal, yaitu orang-orang yang mengharapkan pahala di sisi Allah, bukan mengharapkan apa yang ada ...