RUSAK TAUHID RUBUBIYYAHNYA

 RUSAK TAUHID RUBUBIYYAHNYA


Kalau menjumpai seorang mbah-mbah yang memberi sesajen ke sawah, tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, siapakah yang memberi rezeki, siapakah yang mematikan menghidupkan dan siapakah yang memberikan manfaat dan mudharat?" Niscaya si mbah akan menjawab, "Gusti Allah." Kemudian coba tanyakan, itu sesajen untuk siapa mbah? "Oh untuk Dewi Sri, agar hasil padinya bagus, panennya melimpah dan aman dari hama."

Di pantai selatan ada acara larung sesaji, coba tanyakan kepada salah satu diantara mereka, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi, yang menururkan air hujan, yang mematikan menghidupkan, memberikan manfaat dan mudharat dan yang memberi rezeki?" Pasti akan mengatakan, "Allah." Lantas tanyakan kepadanya, itu larung sesaji untuk siapa? "Oh ini untuk Nyi Roro Kidul agar hasil laut melimpah, supaya nyai tidak ganggu, agar selamat dan aman."

Sebagian orang pemilik toko atau warung, di dinding tokonya ada foto-foto wali, kiyai atau tuan gurunya, coba tanyakan kepadanya, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi, yang menururkan air hujan, yang mematikan menghidupkan, memberikan manfaat dan mudharat dan yang memberi rezeki?" Tentu mereka akan mengatakan, "Allah." Lanjut tanyakan kepadanya, kenapa ada foto-foto tuan guru di dinding? "Oh supaya jualannya laku, aman dan terhindar dari bahaya.

Dilaci-laci uang sebagian pedagang ada bawang merah, cabe merah atau bumbu masak yang lainnya, coba tanyakan kepada mereka, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi, yang menururkan air hujan, yang mematikan menghidupkan, memberikan manfaat dan mudharat dan yang memberi rezeki?" Dipastikan mereka akan mengatakan, "Allah." Lantas tanyakan lagi kepada mereka, "Itu bawang merah, cabe merah atau bumbu masak lainnya di laci uang untuk apa?" "Oh, ini untuk penglaris, agar jualannya laku manis."

Ini pula jawaban orang-orang kafir quraisy, ketika ditanyakan kepada mereka, siapa yang menciptakan langit dan bumi, memberi rezeki, menururkan air hujan, mematikan dan menghidupkan, memberi manfaat dan mudharat dan yang mengatur segala urusan, mereka pun menjawab Allah. Akan tetapi mereka juga menyakini selain Allah yang bisa berbuat seperti Allah (yang memberi rezeki, mematikan menghidupkan, memberi manfaat dan mudharat dan yang lainnya dari rububiyyahnya Allah Ta'ala). 

Allah Ta’ala berfirman :

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, "Allah.” Katakanlah, "Segala puji bagi Allah, " tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Luqman 25,, lihat pula dalam surah Az Zumar 38 dan Az Zukhruf 9).

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ. اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ. وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ. (العنكبوت : 61-63).

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya). (QS. Al Ankabut 61-63).

Dan Allah Ta'ala berfirman:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ. (يونس : 31).

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?" (QS. Yunus 31).

Dan Allah Ta'ala berfirman, 

وَمَا یُؤۡمِنُ أَكۡثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشۡرِكُونَ 

Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). [Surat Yusuf: 106].

Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, tentang ayat 106 dari surah Yusuf, 

من إيمانهم، إذا قيل لهم: مَن خلق السماء؟ ومن خلق الأرض؟ ومن خلق الجبال؟ قالوا: الله .وهم مشركون.

Sebagian dari keimanan mereka: Jika dikatakan kepada mereka, 'Siapa yang menciptakan langit? Dan siapa yang menciptakan bumi? Dan siapa yang menciptakan gunung?' Mereka menjawab, 'Allah.' Padahal mereka adalah orang-orang musyrik. (Tafsir Thabari).

Berkata Ikrimah radhiyallahu anhu, tentang ayat 106 dari surah Yusuf, 

تسألهم: مَن خلقهم؟ ومن خلق السماوات والأرض , فيقولون: الله . فذلك إيمانهم بالله , وهم يعبدون غيره

Kamu bertanya kepada mereka: 'Siapa yang menciptakan mereka? Dan siapa yang menciptakan langit dan bumi?' Maka mereka akan menjawab: 'Allah.' Maka yang demikian itu adalah keimanan mereka kepada Allah, padahal mereka menyembah selain-Nya. (Tafsir Thabari).

Berkata Mujahid rahimahullah, tentang ayat 106 dari surah Yusuf, 

إيمانهم قولهم: الله خالقُنا، ويرزقنا ويميتنا."
 
Iman mereka adalah ucapan mereka: Allah adalah Pencipta kami, Yang memberi rezeki kepada kami, dan Yang mematikan kami. (Tafsir Thabari) .

Disebutkan dalam Ibnu Katsir, berkata Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma tentang ayat 106 dari surah Yusuf, 

من إيمانهم ، إذا قيل لهم : من خلق السموات ؟ ومن خلق الأرض ؟ ومن خلق الجبال ؟ قالوا : " الله " ، وهم مشركون به . وكذا قال مجاهد ، وعطاء وعكرمة ، والشعبي ، وقتادة ، والضحاك ، وعبد الرحمن بن زيد بن أسلم .
Termasuk dari keimanan mereka, jika dikatakan kepada mereka: 'Siapa yang menciptakan langit? Siapa yang menciptakan bumi? Dan siapa yang menciptakan gunung?', mereka menjawab 'Allah', padahal mereka tetap berbuat syirik (menyekutukan) kepada-Nya. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ata, Ikrimah, Asy-Sya'bi, Qatadah, Ad-Dahhak, dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam. (Tafsir Ibnu Katsir). 

Disebutkan dalam tafsir As Sa'di rahimahullah, 

فهم وإن أقروا بربوبية الله تعالى، وأنه الخالق الرازق المدبر لجميع الأمور، فإنهم يشركون في ألوهية الله وتوحيده، فهؤلاء الذين وصلوا إلى هذه الحال لم يبق عليهم إلا أن يحل بهم العذاب، ويفجأهم العقاب وهم آمنون."

Maka mereka, meskipun mereka mengikrarkan RUBUBIYAH Allah Ta'ala, bahwasanya Dia adalah Pencipta, Pemberi Rezeki, dan Pengatur segala urusan, maka sesungguhnya mereka berbuat syirik dalam ULUHIYYAH (peribadatan) dan mentauhidkan Allah. Orang-orang yang telah sampai pada kondisi ini, tidak ada lagi yang tersisa bagi mereka kecuali turunnya azab, dan datangnya siksaan secara tiba-tiba di saat mereka merasa aman. (Tafsir As Sa'di).

Oleh karena itu, diantara definisi tauhid rububiyyah yang sebagian ulama sampaikan berikut ini :

توحيد الربوبية، وهو: إفراد الله- تعالى- بالخلق، والرزق، والتدبير، والإحياء، والإماتة، وتدبير الخلائق. هذا توحيد الربوبية، 
Tauhid Rububiyah, yaitu: mengesakan Allah Ta'ala dalam hal penciptaan, memberi rezeki, mengatur (alam semesta), menghidupkan, mematikan, dan mengatur seluruh makhluk. Inilah tauhid rububiyyah. 

أنه لا خالق، ولا رازق، ولا محيي، ولا ضار، ولا نافع؛ إلا الله سبحانه وتعالى. هذا يُسمّى: توحيد الربوبية، وهو: توحيده بأفعاله سبحانه وتعالى، فلا أحد يخلق مع الله، ولا أحد يرزق مع الله، ولا أحد يحي ويميت مع الله سبحانه وتعالى.

Bahwa tidak ada pencipta, tidak ada pemberi rezeki, tidak ada yang menghidupkan, tidak ada yang mendatangkan bahaya, dan tidak ada yang memberikan manfaat; kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ini dinamakan: Tauhid Rububiyah, yaitu: mengesakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam perbuatan-perbuatan-Nya. Maka, tidak ada seorang pun yang mencipta bersama Allah, tidak ada seorang pun yang memberi rezeki bersama Allah, dan tidak ada seorang pun yang menghidupkan serta mematikan bersama Allah Subhanahu wa Ta'ala.

وهذا النوع من أقرّ به وحده لا يكون مسلماً؛ لأنه قد أقرّ به الكفار، كما ذكر الله - جل وعلا- في القرآن في آيات كثيرة

Dan jenis (tauhid) ini, jika seseorang hanya mengakuinya saja, maka ia belum menjadi seorang muslim; karena orang-orang kafir pun telah mengakuinya, sebagaimana yang telah Allah –Jalla wa 'Alaa– sebutkan di dalam Al-Qur'an dalam banyak ayat. (Kitab Inatul Mustafid Bisyarah Kitab At Tauhid).

AFM

Copas dari berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOLUSI MENCEGAH BENCANA

Kehidupan Yang Baik

TIDAK MENGAKUI KESALAHAN