Postingan

Islam Agama Yang Benar

ISLAM AGAMA YANG BENAR Oleh : Abu Fadhel Majalengka Orang-orang liberal senantiasa mempropagandakan bahwa semua agama sama dan semua agama benar. Propaganda ini sebenarnya begitu lemah, baik ditinjau dari segi dalil aqli (secara akal) maupun dalil naqli (berdasarkan al Qur’an dan as Sunnah). Namun karena logika dan retorika mereka begitu memukau dan mempesona, akhirnya banyak dari kalangan orang-orang yang lemah akal, dan senang mendewakan akal serta orang-orang yang tidak memiliki dasar ilmu syar’i yang memadai, terbuai dengan ocehan mereka. Diantara dalil-dalil naqli itu adalah : 1. Islam agama yang benar. Islam adalah agama yang benar, bukan yang paling benar. Kalau dikatakan islam agama yang paling benar, berarti agama lain ada yang benar, sedikit benar atau agak benar. Tetapi kita katakan, islam agama yang benar dan agama selain islam BATIL Allah Ta’ala berfirman : هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَو...

Lebih Baik Debat Dengan Kusir

LEBIH BAIK DEBAT DENGAN KUSIR DARIPADA DENGAN AHLUL HAWA Oleh : Abu FadhelMajalengka Berdebat dengan kusir, itu biasa, paling-paling hanya urusan kesepakatan harga. Akan tetapi berdebat dengan ahlul hawa dalam  masalah perkara agama, itu hanya buang-buang waktu. Seribu dalil disampaikan tidak akan merubah keadaan, kecuali yang Allah Ta'ala kehendaki hidayah kepadanya. Disamping itu pula, para ulama melarang untuk berdebat dengan mereka. Seandainya agama kita tidak melarang untuk bermajlis atau duduk-duduk bersama mereka, tentu para salaf terdahulu telah memberi contoh untuk duduk bersama ahlul bid'ah dan membantah mereka, akan tetapi syariat melarangnya. Allah Ta'ala berfirman : وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ “Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka ting...

Kebenaran

KEBENARAN Apa yang diamalkan orang banyak belum tentu benar dan belum tentu juga salah. Tolak ukur kebenaran adalah sejauh mana amalan tersebut bersesuaian dengan dalil alquran dan as sunnah dan apa-apa yang diamalkan para salaf. Kalau amalan tersebut berdalil, maka itulah kebenaran, walaupun sedikit yang mengamalkannya, akan tetapi bila tidak berdasarkan dalil, maka amalan tersebut tidak benar walaupun banyak yang mengamalkannya. Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah : الحق ما قام عليه الدليل و ليس الحق فيما عمله الناس Kebenaran itu apa-apa yang tegak atasnya dalil dan kebenaran itu bukanlah pada apa-apa yang diamalkan banyak manusia. (Majmu al-Fatawa 7/367). Berkata Al-'Allamah Shaleh al-Fauzan hafizhahullah : الحق هو ما وافق الكتاب والسنة بفهم السلف". الأجوبة المفيدة - س113 Kebenaran itu adalah apa-apa yang mencocoki al-Qur'an dan as Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf. (Al-Ajwibah al-Mufidah -pertanyaan ke 113). Abu Fadhel Majal...

Membangun Patung Makhluk Bernyawa

MEMBANGUN PATUNG MAKHLUK BERNYAWA Oleh : Abu Fadhel Majalengka Zaman dahulu kala, orang membuat patung hanya khusus untuk orang-orang muslim yang shaleh saja. Awalnya untuk mengenang jasa dan pengorbanan mereka. Yang pada akhirnya, patung-patung tersebut disembah oleh anak keturunan mereka. Tidak seperti halnya orang-orang di  zaman sekarang ini, mereka membuat patung bukan hanya orang shaleh saja, orang kafir, orang fasik, ahlul maksiat, dewa, binatang dan lain sebagainya mereka buat. Berkata Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhuma : صارت الأوثان التي كانت في قوم نوح في العرب بعد أما ( ود ) كانت لكلب بدومة الجندل وأما ( سواع ) كانت لهذيل وأما ( يغوث ) فكانت لمراد ثم لبني غطيف بالجوف عند سبأ وأما ( يعوق ) فكانت لهمدان وأما ( نسر ) فكانت لحمير لآل ذي الكلاع أسماء رجال صالحين من قوم نوح فلما هلكوا أوحى الشيطان إلى قومهم أن انصبوا إلى مجالسهم التي كانوا يجلسون أنصابا وسموها بأسمائهم ففعلوا فلم تعبد حتى إذا هلك أولئك وتنسخ العلم عبدت . رواه البخاري ( 4636 ) . "Berhala-berhala y...

Haram Demokrasi Dan Pemilu

DEMOKRASI DAN PEMILU Berkata Al-'Allamah Asy-Syaikh Muqbil bin Hâdî Al-Wâdi’i rohimahullôh : دُعَاةُ الدِّمُقْرَاطِيَّةِ يَدْعُونَ إِلَى الشِّرْكِ. "Para Du'ât (penyeru) demokrasi, adalah orang yang menyeru kepada kesyirikan." [Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/17)]. Berkata Al-'Allamah Asy-Syaikh Muqbil bin Hâdî Al-Wâdi’i rohimahullôh : وَمَنْ يَتَبَاهَى بَالدِّمُقْرَاطِيَّةِ،  فَوَاللَّهِ إِنَّهَا لَخِيَانَةٌ لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ "Barangsiapa berbangga dengan demokrasi maka demi Allôh, hal tersebut adalah pengkhianatan kepada Allôh dan RosulNya."  [Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/315)]. Berkata Al-'Allamah Asy-Syaikh Muqbil bin Hâdî Al-Wâdi’i rohimahullôh : وَمَنْ دَعَا إِلَى الدِّمُقْرَاطِيَّةِ وَهُوَ يَعْرِفُ مَعْنَاهَا فَهُوَ كَافِرٌ، لِأَنَّهُ يَدْعُو إِلَى أَن يَكونَ الشَّعْبُ شَرِيكًا مَعَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. "Barangsiapa menyeru kepada demokrasi dalam keadaan ia mengetahui maknanya, maka dia kafir. Karena ia menyeru un...

Syiah Mencela Dan Mengkafirkan Mayoritas Sahabat

SYIAH MENCELA DAN MENGKAFIRKAN MAYORITAS SAHABAT Oleh : Abu Fadhel Majalengka Syiah rafidhah, dzikir hariannya adalah mencela dan melaknat sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam, terutama Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar Bin Khattab, Usman Bin Affan, Aisyah dan Muawiyah  radhiyallahu anhum, lihat di shalat-shalat mereka yang tersebar luas di media, bagaimana dalam shalat mereka, tidak luput dari celaan dan laknat kepada sahabat di atas. Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang untuk mencela para sahabat radhiyallahu anhum. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya. (HR. Bukhari). Bahkan mereka orang-orang syiah rafidhah, b...

Pendapat Ulama Salaf Tentang Syiah Rafidhah

PENDAPAT ULAMA AHLUSSUNNAH TENTANG SYIAH Albuwaithi (murid senior Imam Syafii) rahimahullah berkata:  سألت الشافعي: أصلي خلف الرافضي؟ قال: لا تصل خلف الرافضي، ولا القدري، ولا المرجئ. قلت: صفهم لنا. قال: من قال: الإيمان قول، فهو مرجئ، ومن قال: إن أبا بكر وعمر ليسا بإمامين، فهو رافضي، ومن جعل المشيئة إلى نفسه، فهو قدري “Aku pernah bertanya kepada Imam Asy Syafi’i, apakah boleh aku shalat di belakang orang berpaham (syi’ah) rafidhah?” Imam Asy Syafi’i menjawab: “Janganlah shalat di belakang orang yang berpaham Syi’ah Rafidhah, atau orang berpaham Qadariyah, atau orang berpaham Murji’ah!”. Al Buwaithi mengatakan: “Sebutkanlah sifat mereka kepada kami!” Imam Syafi’i menjawab: “Barangsiapa mengatakan bahwa iman itu perkataan saja, maka ia seorang Murji’ah. Barangsiapa mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar bukan imam, maka ia seorang Syiah Rafidhah. Barangsiapa menjadikan kehendak untuk dirinya, maka ia seorang Qadariyah”. (Siyaru A’lamin Nubala, karya Imam Dzahabi 10/31). Ima...