Postingan

Virus Rabies

BID'AH DAN AHLUL BID'AH LEBIH BERBAHAYA DARIPADA VIRUS RABIES Amalan bid'ah dan para pegiatnya (ahlul bid'ah) adalah virus yang membahayakan. Penularannya seperti  wabah rabies yang begitu masif dan mengerikan efek dampaknya. Lebih dahsyat daripada virus corona. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: وإنه سيخرجُ من أمتي أقوامٌ تتجارى بهم الأهواءُ ، كما يتجارَى الكلبُ بصاحبِه ، ولا يبقَى منه عرقٌ ولا مِفصَلٌ إلا دخلَه “Sesungguhnya akan keluar dari umatku beberapa kaum, akan menjalar di tengah mereka penyakit hawa nafsu bid'ah, sebagaimana menjalarnya penyakit anjing gila pada penderitanya. Tidak menyisakan satu urat ataupun persendian kecuali penyakit ini akan memasukinya.” (Shahih At-Targhib 51. Berkata Syekh Al Albani : Hadits Hasan). Berkata Imam Asy-Syathibi rahimahullah : وجه تشبيه الهوى وعدواه بداء الكلب  وبيان ذلك أن داء الكلب فيه ما يشبه العدوى، فإن أصل الكَـَلب واقع بالكلب، ثم إذا عض ذلك الكلب أحدا صارمثله، ولم يقدر على الإنفصال منه في الغالب إ...

Mengeraskan Suara

MENGERASKAN SUARA Ketika turun ayat larangan mengeraskan suara di atas suara Nabi shallallahu alaihi wa sallam, banyak para sahabat yang suaranya lebih keras kalau bicara dihadapan Nabi, ketakutan dan menangis, takut amal-amalnya terhapuskan. Nah di zaman sekarang ini, banyak orang yang berpendapat dengan pendapatnya sendiri yang mengikuti akal dan perasaannya. Dimana pendapatnya menyelisihi pendapat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Maka orang seperti ini lebih layak lagi untuk terhapuskan amal-amalnya dibandingkan dengan orang yang mengeraskan suaranya melebihi suara di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Allah Ta'ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadany...

Reaksi Wanita Beriman Ketika Ayat Tentang Hijab Turun

REAKSI WANITA BERIMAN KETIKA AYAT TENTANG HIJAB TURUN Ketika ayat tentang hijab turun, wanita-wanita anshor di Madinah langsung mengenakannya, sehingga kepala-kepala mereka seolah-olah ada burung gagak (hijabnya warna hitam). Allah Ta'ala berfirman : يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Surat Al-Ahzab, Ayat 59 Berkata Ummu Salamah radhiyallahu anha : لَمَّا نَزَلَتْ { يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ } خَرَجَ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ كَأَنَّ عَلَى رُءُوسِهِنَّ الْغِرْبَانَ مِنْ الْأَكْسِيَةِ “Ketika turun aya...

Antara Wanita Merdeka Dan Budak

ANTARA WANITA MERDEKA DAN BUDAK Di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam, untuk membedakan mana wanita merdeka dan mana wanita budak adalah dengan jilbab. Siapa yang memakai jilbab, itu wanita merdeka dan siapa yang tidak memakai jilbab, itu wanita budak. Zaman sekarang justru ada anggapan terbalik, yang tidak memakai jilbab, mereka menganggap wanita yang bebas merdeka, sedangkan yang memakai jilbab dianggap wanita yang terkungkung dan terikat. Padahal hakekat sebenarnya, wanita yang memakai jilbab, merekalah wanita yang merdeka, karena menghambakan diri kepada Allah penciptanya, sedangkan wanita yang tidak memakai jilbab, justru merekalah budak-budak penghamba hawa nafsunya atau penghamba mahkluk. As-Saddi rahimahullah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:  (يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ ... Hai Nabi, kata...

Kehidupan Yang Baik

KEHIDUPAN YANG BAIK Siapa yang menginginkan kehidupannya baik, beruntung dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat, maka tidak ada cara lain, kecuali dia seorang muslim dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Berkata Fudhail Bin 'Iyad rahimahullah : الحياة الطيبة هي الاسلام و السنة  Kehidupan yang baik itu adalah (di atas) islam dan sunnah. (Dzammul Kalam 237). Allah Ta'ala berfirman : مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya KEHIDUPAN YANG BAIK dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan. (Surah An Nahl 97). Berkata Ibnu Katsir rahimahullah : هَذَا وَعْد مِنْ اللَّه تَعَالَى...

Ringkasan Dunia

RINGKASAN DUNIA Segala sesuatu yang Allah halalkan dan diberikan kepada seseorang, semuanya akan ditanya, dihitung dan dipertanggungjawabkan. Sedangkan yang diharamkan dari dunia, yang kadang sebagian manusia menikmatinya, maka tempatnya di neraka. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu ditanya, يا أبا الحسن صف لنا الدنيا ؟ "Wahai Abul Hasan, gambarkanlah dunia kepada kami." Beliau menjawab, أطيل أم اقصر ؟ "Aku panjangkan atau aku ringkas?" Mereka menjawab : بل أقصر  "Mohon Anda ringkas."  Beliau berkata : حلالها حساب و حرامها النار "Yang halal dari dunia akan dihitung dan dimintai pertanggungjawaban, sedangkan yang haramnya di neraka." (Az Zuhd karya Ibnu Abid Dunya). Untuk itu, berhati-hatilah dalam menikmati yang halal dan berhati-hati pula terhadap yang haram. AFM

Jiwa Akan Tenang

JIWA AKAN TENANG Empat nasihat yang berharga dari seorang salaf, yang lahir di abad ketiga hijriah, yakni  Hatim Al Asham rahimahullah yang mesti menjadi pelajaran dan bisa diamalkan, agar hidup ini tenang dan damai. Beliau berkata : علمت أن رزقي لا يأكله غيري فاطمأنت به نفسي Saya tahu bahwa rezekiku tidak akan dimakan selainku, maka jiwa saya pun tenang. وعلمت أن عملي لا يعمله غيري فأنا مشغول به  Dan saya tahu bahwa amalku tidak akan diamalkan oleh selainku, maka saya pun sibuk mengamalkannya. وعلمت أن الموت يأتي بغتة فأنا أبادره Dan saya tahu bahwa kematian datang tiba-tiba, maka saya pun bersegera (bertaubat dan beramal kebaikan) sebelum dia datang. وعلمت أني لا أخلو من عين الله فأنا مستحي منه .  - سير أعلام النبلاء ( ٤٨٥/١١) - Dan saya tahu, sesungguhnya saya tidak lepas dari pengawasan Allah, maka saya pun malu kepada-Nya (untuk berbuat maksiat). (Siyar A'lam An Nubala' 11/485). Sumber :  https://mobile.twitter.com/ aln...