Postingan

MENYELISIHI PARA SALAF DALAM MENASEHATI

MENYELISIHI PARA SALAF DALAM MENASEHATI  Para ulama terdahulu, jika ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam dirinya prasangka-prasangka buruk atau ketika mereka merasakan kesempitan hidup, mereka mendatangi gurunya dan meminta nasehat padanya.  Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah,  وكنا إذا اشتد بنا الخوف وساءت منا الظنون وضاقت بنا الأرض أتيناه، فما هو إلا أن نراه ونسمع كلامه فيذهب ذلك كله وينقلب انشراحاً وقوة ويقيناً وطمأنينة Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk atau ketika kami merasakan kesempitan hidup, kami segera mendatangi beliau untuk meminta nasehat, maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau, serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang. [Al-wabilush shayyib hal 48]. Namun di zaman kini, sebagian orang kalau ada permasalahan, bukan mendatangi gurunya minta nasehat u...

SOLUSI MENCEGAH BENCANA

SOLUSI MENCEGAH BENCANA  Berbagai solusi ditawarkan untuk mencegah terjadinya bencana. Harus beginilah, jangan beginilah dan teori-teori kemanusiaan lainnya.  Jepang, termasuk negeri yang super hebat dalam persiapan menghadapi bencana alam, seperti gempa, tsunami, banjir dan lain sebagainya.  Namun ada yang lebih hebat dan lebih pasti lagi dalam menangkal turunnya bencana, musibah atau malapetaka yang disyariatkan dalam agama islam.  PERTAMA, perbanyak istighfar dan meminta ampunan kepada Allah Ta'ala.  Allah Ta'ala berfirman : وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ Dan tidaklah Allah akan MENGAZAB mereka, sedangkan mereka MEMINTA AMPUN . (QA. Al-Anfal: 33).  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : العَبْدُ آمِنٌ مِنْ عَذَابِ اللهِ مَا اسْتَغْفَرَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ “Seorang hamba dalam keadaan aman dari AZAB ALLAH selagi ia masih MEMOHON AMPUN kepada Allah azza wa jalla.” (HR. Ahmad. Hadits Hasan). Ali bin Abi Tholib radhiyall...

MURID DURHAKA

MURID DURHAKA  Durhaka kepada orang tua, dosanya bisa dihapuskan dengan bertaubat, namun dosa terhadap gurunya, terutama guru yang mengajarkan alquran dan assunnah dengan pemahaman yang benar tidak bisa dihapuskan dengan sesuatu apa pun.  Disebutkan dalam kitab tahdzibul asma’ wal lughat tulisan Imam Nawawi rahimahullah, berkata Abu Sahl rahimahullah,  عقوق الوالدين تمحوه التوبة وعقوق الأستاذين لا يمحوه شيء البتة (Dosa) Durhaka kepada kedua orang tua bisa di hapus dengan taubat, sedangkan (dosa) durhaka kepada guru tidak bisa di hapus oleh sesuatu apapun. (Tahdzibul asma’ wal lughat). Sumber : http://islamport.com/w/trj/Web/1448/815.htm Maka hendaklah sikap terhadap guru adalah merendahkan hati, tidak angkuh, tidak tinggi hati, bersikap sopan, patuh dan taat padanya perkara yang makruf dan senantiasa meminta pertimbangan kepada gurunya dalam perkara apapun.  Berkata Imam Nawawi rahimahullah,  وينبغي أن يتواضع لمعلِّمه، ويتأدب معه، وإن كان أصغرَ منه سِن...

PENSIUN DARI SALAFI

PENSIUN DARI SALAFI Beberapa waktu yang lalu, kolom komentar saya di facebook di setting publik, apa yang terjadi? Berbagai komentar dari berbagai pemikiran masuk. Tidak dilayani, ada yang perlu dan sangat urgen untuk dijelaskan dan diluruskan. Dijawab, ngeyel, ngelantur, tidak fokus satu bahasan, melebar, bahkan sumpah serapah. Ya wis, saya setting hanya teman saja yang bisa komentar. Itu lebih aman dan menenangkan.  Kalau saya terus berdebat dan terus melayani, maka bisa-bisa saya terkena syubhatnya, dan yang baca pun terkena dampak virusnya.  Berkata Ibnu Baththah rahimahullah,  ولقد رأيت جماعة من الناس كانو ايلعنونهم، ويسبونهم، فجالسوهم على سبيل الإنكار، والرد عليهم، فمازالت بهم المباسطة وخفي المكر، ودقيق الكفرحتى صبو إليهم “Saya pernah melihat sekelompok manusia yang dahulunya melaknat ahlu bid’ah, lalu mereka duduk bersama ahlu bid’ah untuk mengingkari dan membantah mereka dan terus menerus orang-orang itu bermudah-mudahan, sedangkan tipu daya itu sangat halus dan k...

BERMUKA MASAM DAN MAHAL SENYUM

BERMUKA MASAM DAN MAHAL SENYUM Bila seseorang berjumpa dengan orang lain, lantas seseorang itu tersenyum dengan wajah yang ceria, tentulah orang akan merasa senang dan bahagia. Berbeda bila berjumpa dengan orang yang bermuka masam dan malas tersenyum, maka perasaan tidak enak dan timbul prasangka yang macam-macam. Tersenyum dan bermuka ceria apabila berjumpa dengan seseorang merupakan salah satu akhlak kenabian dan amalan para salaf. Berkata Al-Imam Ibnu Baththal rahimahullah : إن لقاء الناس بالتبسم، وطلاقة الوجه، من أخلاق النبوة، وهو مناف للتكبر، وجالب للمودة. “Sesungguhnya menjumpai orang lain dengan senyuman dan wajah yang ceria termasuk akhlak kenabian, dan hal itu juga melenyapkan kesombongan serta menimbulkan rasa cinta.” (Syarh Shahih al-Bukhary, jilid 5 hlm. 193). Berkata Jarir radhiyallahu anhu : مَا حَجَبَنِى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مُنْذُ أَسْلَمْتُ ، وَلاَ رَآنِى إِلاَّ تَبَسَّمَ فِى وَجْهِى “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menghalangiku sejak aku memberi...

DEBAT DENGAN ORANG BODOH

DEBAT DENGAN ORANG BODOH Sebagian ustadz atau sebagian orang, tidak melayani tantangan debat dengan orang-orang bodoh. Bahkan dikolom komentarnya di medsos (terutama di facebook) tidak disetting untuk publik, tetapi dikhususkan untuk yang berteman saja, salah satu alasannya supaya tidak terjadi perdebatan yang berkepanjangan dengan orang-orang bodoh, yang berkomentar dan mendebat dengan seenak udelnya saja.  Orang-orang bodoh itu, jika tidak dilayani, akan nyampah di postingan, membuat rusuh, fitnah, tuduhan, memaki, mencela, menghina dan menjatuhkan kehormatan. Dilayani tidak akan habis-habisnya, menguras waktu dan membuat hati sakit dan menderita.  Makanya seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberi nasehat agar tidak melayani debat dengan orang bodoh. Lebih baik diam dan tinggalkan.  Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata : ولا تمار سفيها ولا فقيها فإن الفقيه يغلبك والسفيه يؤذيك “Dan jangan kamu berdebat dengan orang bodoh dan orang fakih. Karena sesu...

BELAJAR DENGAN AHLUL BID'AH

BELAJAR DENGAN AHLUL BID'AH  Seseorang tinggal ditempat yang tidak ada ustadz ahlussunnah sama sekali sebagai tempat untuk belajar menimba ilmu, yang ada hanya ustadz atau guru-guru dari kalangan ahlul bid'ah, bolehkah duduk belajar dengan mereka?  Ulama mengatakan tidak boleh. Lebih baik dalam keadaan bodoh daripada belajar dengan ahlul bid'ah. Lebih selamat akal, fitrah, hati, aqidah dan manhaj.  Berkata Imam Malik bin Anas rahimahullah : «لا يؤخذ العلم عن أربعةٍ: سفيهٍ يُعلن السفهَ وإن كان أروى الناس، وصاحب بدعةٍ يدعو إلى هواه، ومن يكذب في حديث الناس وإن كنتُ لا أتَّهمه في الحديث، وصالحٌ عابدٌ فاضلٌ إذا كان لا يحفظ ما يحدِّث به». [«سير أعلام النبلاء» للذهبي (7/ 162)] Ilmu tidak boleh diambil dari empat orang : Orang bodoh yang nyata kebodohannya Shahibul hawa` (ahlul bid'ah) yang mengajak agar mengikuti hawa nafsunya Orang yang dikenal dustanya dalam pembicaraan-pembicaraannya dengan manusia, walaupun dia tidak pernah berdusta atas (nama) Rasulullah Shallallahu ‘alai...