Postingan

Bukan Berkumpul Di Monas

BUKAN BERKUMPUL DI MONAS Oleh : Abu Fadhel Majalengka Jika penguasa zalim atau dianggap zalim, banyak orang yang bisa diprovokasi untuk berkumpul dan menentang penguasa. Namun ketika banyak kezaliman yang besar ditengah-tengah masyarakat berupa kesyirikan, mereka tidak bisa mengerahkan masa yang super besar, karena mungkin sebagian mereka adalah pelakunya. Padahal kesyirikan merupakan kezaliman yang sangat besar, yang lebih pantas untuk ditumpas terlebih dahulu. Allah Ta'ala berfirman : وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ  Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Surah Luqman ayat 13). Berkata Al Bukhari rahimahullah : حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِ...

Menyelisihi Jalannya Para Nabi

MENYELISIHI JALANNYA PARA NABI Kalau ada seseorang, yang hobinya berdusta dan berbuat zalim, ketahuilah, sesungguhnya bisa dipastikan, dialah orang yang menyelisihi jalannya para nabi. Karena orang yang berpegang teguh dengan jalannya para nabi, sudah dipastikan dia jujur dan adil. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : كل من خالف طريق الأنبياء لا بد له من الكذب والظلم؛ إما عمدا أو جهلا. "Semua orang yang menyelisihi jalan para nabi pasti berdusta dan berbuat zalim, baik dengan sengaja ataupun karena tidak tahu." (An-Nubuwwat, jilid 2 hlm. 1032). AFM

Dusta Bukan Sifat Seorang Mukmin

DUSTA BUKAN SIFAT SEORANG MUKMIN Oleh : Abu Fadhel Majalengka Seorang mukmin, bisa saja berbuat berbagai macam maksiat atau berbuat berbagai macam aib, namun seorang mukmin tidak akan khianat dan berdusta. Kalau sudah berdusta dan khianat, maka keimanannya dipertanyakan. Berkata Sa'ad Bin Abi Waqqas radhiyallahu anhu : المؤمن يطبع على الخلال كلها إلا الخيانة والكذب" “Seorang mukmin dapat bertabiat dengan semua aib, kecuali khianat dan dusta” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Iman no. 81; shahih]. Mengenai dusta, para ulama ahlussunnah wal jamaah mendefinisikan, bahwa dusta itu adalah mengabarkan sesuatu yang berbeda dengan kenyataannya. Misalkan dia kabarkan A, padahal kenyataannya B, atau dia kabarkan B padahal kenyataannya A. Berkata Imam Nawawi rahimahullah : واعلم أن مذهب أهل السنة أن الكذب هو الإخبار عن الشيء بخلاف ما هو، سواء تعمدت ذلك أم جهلته، لكن لا يأثم في الجهل، وإنما يأثم في العمد “Dan ketahuilah, bahwasanya madzhab AHLUSSUNNAH itu ...

Pantaskah Gelar Khalifah Amirul Mukminin

PANTASKAH GELAR KHALIFAH AMIRUL MUKMININ ? Oleh : Abu Fadhel Majalengka Di zaman Rasulullah, khalifah yang empat dan penguasa-penguasa di zaman bani umayah, sepengetahuan penulis, tidak ditemukan riiwayat bahwa mereka mengangkat pejabat atau orang kepercayaan, yang memegang posisi-posisi strategis yang bersangkutan dengan kepentingan kaum muslimin dari orang-orang kafir. Bahkan ketika Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu menjadi seorang khalifah, ada gubernur yang mengangkat seorang pejabat dari agama nasrani, beliau pun memerintahkan untuk memecat pejabat tersebut. Dari Abu Musa radhiyallahu anhu : أَنَّ عُمَرَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ أَمَرَهُ أَنْ يَرْفَعَ إِلَيْهِ مَا أَخَذَ وَمَا أَعْطَى فِى أَدِيمٍ وَاحِدٍ وَكَانَ لأَبِى مُوسَى كَاتِبٌ نَصْرَانِىٌّ يَرْفَعَ إِلَيْهِ ذَلِكَ فَعَجَبَ عُمَرُ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَالَ : إِنَّ هَذَا لَحَافِظٌ وَقَالَ : إِنَّ لَنَا كِتَابًا فِى الْمَسْجِدِ وَكَانَ جَاءَ مِنَ الشَّامِ فَادْعُهُ فَلْيَقْرَأْ قَالَ أَبُو مُوسَى : إِنَّهُ لاَ يَسْتَطِيعُ ...

Tunggulah Kehancurannya

TUNGGULAH KEHANCURANNYA Mengangkat seseorang memegang suatu jabatan atau posisi tertentu, hendaklah diperhatikan apakah dia ahli dan menguasai dibidangnya atau tidak, bukan diangkat karena dia berjasa, balas budi, saudara, rekan atau sahabat. Kalau demikian adanya, tunggulah kehancurannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قيل: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah kehancurannya. Dikatakan: Bagaimana disia-siakannya wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Apabila sebuah urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya.[HR. Bukhari]. AFM

Khilafah Dan Hukum Allah

KHILAFAH DAN HUKUM ALLAH  Jika seseorang bertanya, KUHP itu hukum islam atau bukan? Pasti jawabannya sama, baik orang awam maupun orang berilmu, rakyat maupun pejabat, BUKAN HUKUM ISLAM. Kalau demikian, apakah kita berdiam diri saja untuk tidak merubahnya dan tidak mengingkarinya? Tentu tidak, kita mengingkari dan selalu ada ghirah untuk merubahnya. Karena kalau kita ridha dengan hukum buatan manusia, atau menganggap hukum buatan manusia sama dengan hukum Allah, bahkan mengatakan hukum manusia lebih baik daripada hukum Allah, ini bisa mengeluarkan seseorang dari islam. Terus kita harus memberontak angkat senjata? Ya tidak, karena memberontak kepada pemimpin muslim yang sah, juga pelanggaran syariat. Jadi harus bagaimana? Terus berdakwah, mengajak manusia untuk kembali kepada Alquran dan as sunnah dengan pemahaman yang benar, pemahaman para salaf. Agar mereka memurnikan tauhidnya dan beramal sholeh. Pasti dan sungguh pasti, ketika manusia betul-betul beriman dan beramal sholeh, keku...

Dosa Yang Tertutupi

DOSA YANG TERTUTUPI Seorang penuntut ilmu agama, mungkin bisa menghindari dosa besar, namun sulit untuk menghindari dosa kecil.  Contoh memandang wanita yang bukan mahram. Hari-hari berseliweran wanita yang tidak menutup auratnya tampak di depan mata, baik di dunia nyata, maupun di dunia maya. Untuk menundukkan pandangan terasa berat, rasa penasaran ingin memandang begitu menggelora dan menggoda. Bersyukur Allah Ta'ala tutup aib ini, seandainya ditampakkan, misalkan dengan keluarnya aroma bau busuk dari badan akibat dosa, mungkin tidak ada yang mau mendekat. Muhammad bin Wâsi' rahimahullah menuturkan: لَوْ كَانَ لِلذُّنُوْبِ رِيْحٌ، مَا جَلَسَ إِلَيَّ أَحَدٌ. "Seandainya dosa itu memiliki bau, niscaya tidak akan ada seorangpun yang mau duduk di sampingku."[Kitab Siyar A'lâm an-Nubalâ', 6/120, Imam adz-Dzahabiy]. AFM