Postingan

BERDOALAH SENDIRI

BERDOALAH SENDIRI  Menyuruh orang lain, terutama orang sholeh, untuk mendoakannya agar Allah Ta'ala memberikan kebaikan, kesembuhan, kesuksesan dan lain sebagainya, sebagian ulama membolehkan dan sebagian yang lain memakruhkannya.  Namun sebaiknya dan yang lebih afdhal, berdoa sendiri langsung kepada Allah Ta'ala, karena sesungguhnya Allah Ta'ala, akan mengabulkan doa orang yang sangat mendesak, membutuhkan bantuan dan pertolongan-Nya.  Berkata Abdullah Al-Makkiy Rahimahullah Ta'ala : دخل علي طاووس يعودني ، فقلت له: ادع الله لي ، فقال: ادع لنفسك فإن الله يجيب المضطرّ إذا دعاه. حلية الأولياء : [۱۰/٤] Thawus masuk mengunjungiku, maka aku berkata kepadanya:  "Doakan kepada Allah untukku",  Maka beliau berkata: "Berdoalah untuk dirimu sendiri, karena sesungguhnya Allah akan mengabulkan (permintaan) orang yang mendesak (yang sangat membutuhkan),  jika dia berdoa kepada-Nya."  (Hilyatul Auliya (4/10). Al-Quthubi rahimahullah berkata, ﻭﺟﺎﺀ ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ ﻣﺎﻟﻚ ﺑﻦ ﺩ...

SUHU POLITIK MENJELANG PILPRES DAN PILKADA

SUHU POLITIK MENJELANG PILPRES DAN PILKADA Suhu politik menjelang pilpres dan pilkada semakin memanas, padahal waktu pemilihan masih cukup lama. Antara yang mendukung satu kandidat dengan yang tidak, saling gontok-gontokkan. Saling perang argumentasi, saling perang fitnah dan tuduhan dan saling gencar nyebar hoax.  Yang mendukung, mengangkat dan memuji jagoannya dengan berbagai kebaikan dan prestasinya, yang tidak mendukung, mencela, menjatuhkan dan mencari aib-aib lawan politiknya untuk disebarluaskan.  Itulah dampak dari mencintai kepemimpinan atau kekuasaan, akan senantiasa  mencari aib-aib manusia dan  mencela para pesaingnya. Dengki dengan lawan politiknya dan tidak suka jika rivalnya dibicarakan kebaikan-kebaikannya oleh masyarakat atau media.  Berkata Al-Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah : ما منْ أحَدٍ أَحبَّ الرِّئَاسَةَ إِلَّا حسدَ وبغَى وَتَتَبَّعَ عُيُوبَ النَّاس وَكَرِهَ أَنْ يُذْكَرَ أَحَدٌ بِخَيْرٍ Tidak ada seorang pun yang mencintai kepemimpin...

MENGKHUSUSKAN DAKWAH

MENGKHUSUSKAN DAKWAH Ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam lagi serius mendakwahi para tokoh, para pembesar, para konglomerat dan yang memiliki pengaruh, datanglah seorang buta, sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari kalangan orang biasa, mau bertanya sesuatu, lantas Beliau pun bermuka masa, merasa tidak enak perasaan dan merasa terganggu dengan kedatangannya. Maka turunlah surah Abasa.  Allah Ta'ala berfirman,  عَبَسَ وَتَوَلَّى (1) أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى (2) وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3) أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى (4) أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى (5) فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى (6) وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّى (7) وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى (8) وَهُوَ يَخْشَى (9) فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى (10)...  Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa) atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun...

PEMBANTU MERTUA

PEMBANTU MERTUA Sebagian suami, yang isteri-isteri mereka masih tinggal serumah dengan mertuanya, menjadikan isteri mereka sebagai pelayan atau pembantu orang tuanya, padahal para isteri tidak ada kewajibannya melayani ibu atau bapak mertuanya.  Walaupun tidak wajib bagi isteri melayani mertuanya, namun itu terhitung amal kebaikan dan bentuk Ihsan kepada mertua.  Untuk itu, tidak boleh bagi suami untuk memaksa istrinya untuk melayani ibu dan ayahnya. Atau marah kepada istrinya bila dia tidak melakukan itu.  Berkata Asy-Syaikh Al 'Utsaimin rahimahullah,  أني أنصح أيضاً بعض الأزواج الذين يريدون من زوجاتهم أن يكنّ خدماً لأمهاتهم وهذا غلط محض، الزوجة ليست خادمة لأم الزوج ولا لأبي الزوج، وخدمتها لأم الزوج وأبي الزوج معروف منها وإحسان ليس مفروضاً عليها ..  "Aku menasihatkan pada para suami yang ingin istrinya jadi pelayan bagi ibunya (suami); ini murni kesalahan! Karena istri bukan pembantu ibu atau bapak mertuanya. Pelayanan seorang wanita pada ibu atau ayah mertuany...

MENUNDA BERTAUBAT KARENA MASIH MUDA

MENUNDA BERTAUBAT KARENA MASIH MUDA Ada sebagian orang mengatakan, "Saya masih muda, nanti saja bertaubatnya." Mereka ini tidak menyadari, bahwasannya kematian tidak mengenal muda atau tua.  Berkata Asy Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah,  لا تقل : أنا شاب سوف أتوب، كم من شاب أخذه الموت قبل أن يشيب، وكم من زارع أصابه الهلاك قبل أن يحصد زرعه، فالموت يأتي بغتة،  Janganlah kamu katakan : "Saya masih muda, nanti saja saya bertaubat." Berapa orang pemuda, kematian mengambilnya sebelum ia beruban (tua).  Dan berapa orang petani, kematian menimpanya sebelum memanen tanamannya. Kematian itu datang tidak diduga-duga (dengan tiba-tiba  والعمل الصالح ينفعك في الدنيا والآخرة، ولو عشت ألف عام وأنت في طاعة الله فأنت على خير،  Amal sholeh akan bermanfaat bagimu di dunia dan akhirat. Seandainya kamu hidup seribu tahun dan kamu di dalam ketaatan kepada Allah, maka kamu di atas kebaikan. لا تغتر بالشباب والقوة والمال، احذر وأعد العدة شابا أو كهلا أو شيخا حتى تلقى ربك،...

TIDAK BOLEH DITUNDA

TIDAK BOLEH DITUNDA Ada dua hal yang tidak boleh ditunda bagi seorang muslim, yang mesti bersegera melakukannya.  PERTAMA BERTAUBAT  Jika seseorang ingin bertaubat, maka segera bertaubat. Jangan menunda-nundanya, karena sesungguhnya kematian itu datang tiba-tiba dan tidak bisa ditunda.  Allah Ta'ala berfirman,  وَسَارِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” [QS. Ali Imran: 133].  Berkata Lukman kepada anaknya, " يا بني لا تؤخر التوبة ؛ فإن الموت يأتي بغتة." - قصر الأمل لابن أبي الدنيا: ١٧٨- "Wahai anakku, jangan mengakhirkan (menunda-nunda) taubat, karena sesungguhnya kematian itu akan datang dengan tiba-tiba!" (Qashrul Amal,  oleh Ibnu Abid Dunya: (178)).  Berkata Asy Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz rahimah...
JANGAN SETIAP BERBEDA PENDAPAT LANGSUNG BERMUSUHAN Berselisih pendapat atau perbedaan pendapat itu perkara yang biasa. Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhuma saja berselisih pendapat dalam beberapa masalah. Begitu pula para salaf terdahulu, Imam madzhab dan sampai ulama di abad ini. Dan akan terus berlangsung sampai akhir zaman.  Karena perkara ini (perbedaan pendapat) merupakan suatu keniscayaan, semestinya kaum muslimin berlapang dada. Kalau sekiranya setiap dua orang muslim yang berselisih pendapat dalam suatu masalah harus SALING BERMUSUHAN, maka tidak akan ada PERSAUDARAAN kaum muslim.  Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,  وَأَمَّا الِاخْتِلَافُ فِي ” الْأَحْكَامِ ” فَأَكْثَرُ مِنْ أَنْ يَنْضَبِطَ وَلَوْ كَانَ كُلَّمَا اخْتَلَفَ مُسْلِمَانِ فِي شَيْءٍ تَهَاجَرَا لَمْ يَبْقَ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ عِصْمَةٌ وَلَا أُخُوَّةٌ وَلَقَدْ كَانَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا سَيِّدَا الْمُسْلِمِينَ يَتَنَازَعَانِ فِي أَشْيَاءَ لَا يَقْصِدَان...