Postingan

Perjuangan Yang Berat

PERJUANGAN MEMANG BERAT Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah : يا أقدام الصبر احملي بقي القليل “Wahai kaki-kaki (yang memiliki) kesabaran, pikullah, hanya tersisa sebentar lagi.(Al-Fawa’id 93). Lengkapnya perkataan beliau : يا أقدام الصبر احملي بقي القليل تذكّر حلاوة ( العبادة ) يَهُن عليك مُرّ المجاهدة “Wahai kaki-kaki (yang memiliki) kesabaran, pikullah, hanya tersisa sebentar lagi. Ingatlah manisnya ibadah, niscaya akan ringan bagimu melewati mujahadah (perjuangan yang berat).” (Al-Fawa’id 93). Perjuangan untuk menggapai sesuatu yang dicita-citakan memang berat, memerlukan pengorbanan, ketabahan, kesabaran dan kesungguhan. Memang hasilnya kadang tidak sesuai dengan harapan. Seorang petani yang bersusah payah menggarap ladangnya, lantas ditanami sayuran, dia rawat dan jaga dari serangan hama, dia sirami dengan rutin, dia pupuk dan berbagai bentuk pemeliharaan lainnya. Kesungguhan ini ingin mendapatkan hasil yang memuaskan. Begitu pula jalan menuju Allah, jalan menuju k...

Fitnah Semakin Dahsyat

FITNAH SEMAKIN DAHSYAT Berkata Al-‘Allamah asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah : “الفتنة شديدة الآن لا تغفلوا عن أولادكم ونسائكم”. إغاثة اللهفان 17-06-1437هـ Fitnah sekarang semakin dahsyat, jangan kalian lalai (menjaga) anak-anak kalian dan isteri-isteri kalian.” Ighatsah al-Lahfan 17-06-1437 H Ujian yang sangat berat bagi seorang suami atau seorang ayah, adalah anak dan isterinya. Apatah lagi di zaman kita sekarang ini. Seorang suami atau ayah harus bersungguh-sungguh menjaga, melindungi dan mendidik mereka dengan baik. Karena fitnah syahwat dan syubhat telah masuk di kamar-kamar kita dan dirumah-rumah kita. Televisi, handphone dan alat teknologi lainnya menyerbu menyerang dari segala penjuru. Kalau fitnah syahwat dan syubhat telah meracuni anak dan isteri, maka mereka akan menjadi musuh. Mereka akan membantah dan melawan, bahkan ada yang sampai membunuh orang tuanya. Allah Ta’ala berfirman, يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُ...

Dunia Ini Sebentar

BERSABARLAH DI DUNIA INI Berkata Al 'Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah : الدنيا ليست طويلة ! أيام ثم تزول ، فاصبر حتى يأتي الله بأمره " Dunia itu tidak lama, hanya beberapa hari saja kemudian berlalu, maka bersabarlah sampai Allah mendatangkan perkaranya " (Syarh Riyadhis Shalihin : 1/242) Ada orang berkata, "Tidak terasa sudah 20 tahun kita berpisah, rasanya baru kemarin kita bersama-sama." Ada lagi yang berkata, "Tidak terasa, sudah 25 tahun kita hidup berumah tangga, rasanya baru kemarin kita menikah." Ya, itulah dunia, dunia ini tidak lama. Tidak kekal dan akan berakhir. Namun kadang melalaikan. Sedangkan akhirat yang kekal abadi, yang tiada akhir, namun kadang sebagian kita tidak bersungguh-sungguh untuk menghadapinya. Dunia yang sebentar ini hendaklah kita bersabar menjalaninya. Baik bersabar dalam mentaati perintah Allah, bersabar dalam menjauhi larangan Allah dan bersabar menerima takdir Allah yang  yang menimpa diri kita. Pasti d...

Isteri Satu Tidak Cukup

ISTERI SATU TIDAK CUKUP FITRAH seorang laki-laki itu tidak cukup dengan isteri satu. Hati nurani tidak bisa dibohongi, keinginan untuk menambah isteri pasti ada.  Namun karena berbagai pertimbangan, kembali diurungkan niat mulia tersebut. Dan salah satu pertimbangannya adalah masalah menafkahi, padahal masalah rezeki, Allah Ta'ala yang tanggung, cuma kadang, kita kurang berani dan kurang nekat, termasuk penulis sendiri. Di zaman Imam Ahmad rahimahullah saja, yang lahir sekitar tahun 164 Hijriyah, zaman yang masih dekat dengan kenabian, zaman dimana kebaikan-kebaikan islam masih tersebar, zaman dimana syariat masih terjaga, beliau menganjurkan untuk memiliki isteri lebih dari satu, apatah lagi di zaman kita sekarang ini, dimana fitnah syahwat terbuka begitu lebar, lebih sepantasnya lagi untuk mengamalkan syariat poligami ini. Berkata Al-Fadhl bin Ziyad rahimahullah : Saya mendengar Abu Abdillah (Ahmad bin Hanbal rahimahullah) ditanya: "Apa pendapat Anda tentang menikah di zaman...

Materi Fiqh 1

MATERI FIQH 1 Oleh : Abu Fadhel Majalengka THAHARAH Definisi Thaharah (تعريف الطهارة ) Thaharah secara bahasa artinya membersihkan dan menyucikan. Berkata sebagian ulama tentang definisi thaharah secara bahasa : الطهارة لغة : النظافة والنزاهة من الأدناس Thaharah itu secara bahasa adalah kebersihan dan kesucian dari berbagai hadats. Dan definisi sebagian ulama tentang thaharah secara istilah ( syar'i )  (الطهارة إصطلاحا)  adalah : رفع الحدث وإزالة النجاسة Mengangkat hadats dan menghilangkan najis. Hadats terbagi dua, ada hadats kecil dan hadats besar. Hadats kecil, seperti kentut, buang air kecil atau buang air besar, makan daging unta, tertidur dan lain sebagainya terangkat hadatsnya hanya dengan berwudhu atau tayamum jika tidak ada air atau tidak bisa pakai air. Sedangkan hadats besar seperti junub, bersih dari haid dan nifas dan lain sebagainya terangkat hadatsnya dengan mandi atau tayamum jika tidak ada air atau tidak bisa pakai air. Dan menghilangka...

Materi Kajian 2

MATERI KAJIAN 2 Oleh : Abu Fadhel Majalengka Keutamaan Menuntut Ilmu Dan Orang Yang Berilmu Keutamaan menuntut ilmu agama begitu banyak, baik yang terdapat di dalam al quran, as sunnah ataupun perkataan-perkataan para salaf. Diantaranya : Pertama, Mengangkat Derajat. Dengan ilmu agama, seseorang akan terangkat derajat dan kemuliannya. Jangankan ilmu agama, ilmu dunia saja, seseorang beda pangkat, derajat, jabatan dan penghasilannya karena ilmunya. Allah Ta'ala berfirman : يَرْفَعِ  اللَّهُ  الَّذِينَ  آمَنُوا  مِنْكُمْ  وَالَّذِينَ  أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ  وَاللَّهُ بِمَا  تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ. ( المجادلة :11 ). Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS. Al Mujadalah : 11). نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ. (يوسف:76). قَالَ زَيْدُ بْنُ أسْلَمَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ :" بِالْعِلْمِ " Kami tinggikan derajat orang...

Materi Kajian 1

MATERI KAJIAN 1 Oleh : Abu Fadhel Majalengka AL-ILMU Definisi Ilmu Sebagian ulama mendefinisikan ilmu secara bahasa adalah lawan dari kebodohan. العلم في اللغة هو عكس الجهل Ilmu itu dari segi bahasa artinya lawan dari kebodohan. Sedangkan ilmu secara syar'i, ada ulama yang mengatakan  artinya mengetahui sesuatu dengan pengetahuan yang pasti. Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah : العلم هو : ادراك الشئ على ما هو عليه ادراكاجازما “Ilmu itu adalah mengetahui sesuatu dengan pengetahuan yang sebenarnya. (Syarah Tsalasatul Ushul hal. 8) Contoh misalkan seorang apoteker, dia mengetahui dengan pasti, berbagai macam obat dan kegunaanya, mana obat sakit kepala dan mana obat sakit perut. Kalau tidak mengetahui dengan pasti, berarti dia apoteker yang bodoh. Dan sangat membahayakan bagi dirinya dan bagi orang lain, jika keliru memberikan obat. Begitu pula orang yang beramal ibadah dalam agama, harus mengetahui dengan pasti, apakah amalan ibadahnya ...