Postingan

Ahlussunah Dituduh Murji'ah

AHLUSSUNNAH DITUDUH MURJI'AH Oleh : Abu Fadhel Majalengka Orang-orang khawarij di zaman dulu menjuluki atau menamai ahlussunnah dengan MURJI'AH. Bahkan ulama besar ahlussunah mereka gelari dengan murji'ah. Berkata IImam Ahmad rahimahullahu : الخوارج يسمون أهل السنة والجماعة مرجئة وكذبت الخوارج  “Khawarij itu mereka menjuluki Ahlus sunnah wal jama’ah sebagai Murji’ah dan Khawarij telah berdusta.  (Thabaqat Al-Hanabilah 1/36). Dalam teks lain, Imam Ahmad rahimahullah berkata : وأما الخوارج فإنهم يسمون أهل السنة والجماعة مرجئة ، وكذبت الخوارج ، بل هم المرجئة يزعمون أنهم على إيمان - دون الناس - ومن خالفهم كفار “Dan adapun khawarij maka sesungguhnya mereka menjuluki Ahlus sunnah wal jama’ah sebagai Murji’ah dan Khawarij telah berdusta, bahkan sebenarnya mereka lah yang Murji’ah, mereka mengklaim sesungguhnya hanya mereka yang diatas keimanan, sedangkan manusia yang lain tidak, dan mereka mengkafirkan siapa saja yang menyelisihi mereka”. (Thabaqat Al-Hanabilah 1/36). Seseorang ah...

Akhir Ramadhan

MENINGKATKAN AMALIAH IBADAH DI AKHIR RAMADHAN Oleh : Abu Fadhel Majalengka Sepuluh Terakhir Bulan Ramadhan Di sepuluh akhir ramadhan, Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu anhum menghidupkan malamnya dengan memperbanyak ibadah. Membangunkan keluarga mereka dan menjauhi isteri-iisteri mereka untuk lebih  fokus dan konsentrasi memperbanyak amaliah ibadah.  Aisyah radhiyallahu anha berkata: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ مِنْ رَمَضَانَ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ ، وَشَدَّ الْمِئْزَرَ  (رواه متفق عليه). "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila telah masuk sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan, maka beliau menghidup-hidupkan malamnya yakni melakukan ibadat pada malam harinya, juga membangunkan isterinya, bersungguh-sungguh dalam ibadat dan mengeraskan ikat pinggangnya (maksudnya adalah sebagai kata kinayah menjauhi berkumpul dengan isterinya)." (HR. Bukhari dan Muslim). Mereka ...

Pondasi Keimanan

PONDASI KEIMANAN Orang yang bertauhid pasti masuk surga. Dan orang yang berbuat syirik pasti masuk neraka. Karena kalimat tauhid merupakan pembeda antara ahlul surga dan ahlul neraka. Berkata Syekhul Islam Ibnu Tiamiyyah rahimahullah : التوحيد أصل الإيمان  وهو الكلام الفارق بين أهل الجنة وأهل النار  وهو ثمن الجنة ولا يصح إسلام أحد إلا به" "Tauhid itu dasar keimanan dan dia (tauhid itu) adalah kalimat yang membedakan antara ahli surga dengan ahli neraka serta sekaligus harga dari surga. Dan keislaman seseorang tidak sah kecuali denganya". ( Majmu Al-Fatawa : 24/235). AFM

Yang Suka Berpecah Ahlul Bid'ah

YANG SUKA BERPECAH AHLUL BID'AH Oleh : Abu Fadhel Majalengka Ada sekelompok orang yang menisbatkan diri kepada salaf dan berpegang teguh dengan manhaj salaf, namun hobinya berpecah belah. Padahal perpecahan adalah azab dan persatuan itu adalah rahmat. Dari An Nu'man Bin Basir radhiyallahu anhu, dia berkata, Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda : الجماعۃ الرحمۃ والفرقۃ عذاب Berjamaah (persatuan) itu rahmat dan perpecahan itu azab. (HR. Ahmad dan Ibnub Abi Hasyim. Berkata Syekh Al Albani : Hadits Hasan). Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : وإذا تفرق القوم فسدوا وهلكوا،. وإذا اجتمعوا صلحوا وملكوا، فإن الجماعة رحمة والفرقة عذاب. مجموع الفتاوي ٣/٤٢١ Dan apabila suatu kaum berpecah belah, maka mereka akan binasa dan celaka dan apabila mereka bersatu, mereka akan baik dan akan berkuasa, maka sesungguhnya persatuan itu rahmat dan perpecahan itu adzab. (Majmu' Al Fatawa 3/421). Yang hobinya berpecah hanyalah ahlul bid'ah. Karena ahlul bid'ah senanti...

Sedekah Sepotong Kurma

SEDEKAH SEPOTONG KURMA Sedekah kepada orang lain bisa mencegah dari api neraka, sekalipun hanya sepotong kurma, apatah lagi lebih dari itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  bersabda: اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ “Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sepotong kurma” (HR. Bukhari Muslim). Sebaliknya orang yang bakhil, orang yang kikir, yang berat memgeluarkan hartanya untuk disedekahkan, maka kelak harta tersebut akan dikalungkan pada hari kiamat nanti. Dan Allah Ta'ala berfirman: وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk ...

Ambisi Kekuasaan Dan Jabatan Telah Menghinakannya

AMBISI KEKUASAAN DAN JABATAN TELAH MENGHINAKANNYA Betapa banyaknya dari zaman dulu sampai zaman sekarang ini, orang berlomba-lomba mendekati pintu-pintu kekuasaan. Mereka berusaha keras untuk menduduki kursi-kursi kepemimpinan atau kursi-kursi  jabatan, seakan-akan itu merupakan kemuliaan kalau sudah meraihnya. Bahkan untuk menggapai kekuasaannya itu kadang dengan melalui cara-cara yang tidak syar'i. Mungkin dengan cara membuat makar dan fitnah kepada pesaingnya, menyuap, kudeta, pemberontakan, atau melalui sistem yang diluar islam, pemilu demokrasi misalkan dan lain sebagainya. Kekuasaan dan jabatan bukan jalan untuk meraih kemuliaan dan kehormatan. Hanya ketaatan kepada Allah-lah jalan satu-satunya untuk meraihnya. Karena betapa banyak orang yang sudah meraih kekuasaan, sekarang justru menjadi orang yang terhina. Mungkin dicaci maki oleh rakyatnya, mungkin dipenjara karena terjerat kasus dan lain sebagainya. Berkata Ibnu Qoyyim rahimahullah: وقال بعض السَّلف: النَّاس يطلبون العِز...

Bolehkah Meletakkan Sesuatu Diatas Alquran?

BOLEHKAH MELETAKKAN SESUATU DI ATAS MUSHHAF ALQURAN? Oleh : Abu Fadhel Majalengka Terkadang kita masih melihat sebagian kaum muslimin meletakkan buku, majalah,  pakaian, HP atau yang lainnya di atas Mushaf Al-Quran. Mereka tidak sadar bahwa dengan meletakkan sesuatu di atas alquran adalah salah satu bentuk merendahkan kedudukan alquran. Para ulama sangat melarang keras  tentang perkara ini. Berkata Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullah : لا يحمل على المصحف كتاب آخر ولا ثوب و لا شيئ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مُصْحَفَانِ ، فَيُوضَعَ أَحَدُهُمَا فَوْقَ الْآخَرِ فَيَجُوزُ "Tidak boleh kitab yang lain, pakaian dan yang lainnnya diletakkan diatas alquran, kecuali jika ada dua mushaf, diperbolehkan meletakkan mushaf yang satu di atas mushaf yang lain.” [Syu’abul Iman, 3/329]. Perkataan Imam Al-Baihaqi rahimahullah diatas memberikan pengecualian, yakni dibolehkan meletakkan mushaf diatas mushaf yang lain. Ini pula sesuai dengan perkataan salah satu ulama Syafi'iyyah. Berkata Ibnu Hajar Al-Hai...