Postingan

Edisi Membantah Hoax 3

Edisi Membantah Hoax HOAX, SALAFI ANTI TAHLILAN, MELARANG DAN MEMBID'AHKANNYA Oleh : Abu Fadhel Majalengka Berita bohong dan fitnah berikutnya dari ahlul bid'ah kepada salafi ahlussunnah wal jamaah, yakni tentang tahlilan. Mereka katakan bahwa salafi anti tahlilan, melarang dan membid'ahkannya. Kalau yang mereka tuduhkan itu, bahwa salafi tidak merayakan acara perayaan kematian selama 7 hari, perayaan kematian hari yang ke 40, 100 dan 1000, ini benar adanya. Memang salafi tidak merayakan kematian. Karena salafi ahlussunnah wal jamaah menteladani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang tidak merayakan kematian.  Jika ada kematian, mereka cukup dengan mendatangi rumah si mayit, mendoakan si mayit, menasehati untuk bersabar kepada keluarga si mayit dan membawa sedikit makanan untuk mereka. Tetapi kalau mereka mengatakan bahwa salafi anti tahlilan, melarang dan membid'ahkannya dalam artian membaca tahlil, ini merupakan berita HOAX. Mana mungkin para...

Bolehkah Memakai Sandal Dipekuburan?

BOLEHKAH MEMAKAI SANDAL DIPEKUBURAN ? Oleh : Abu Fadhel Majalengka Ada seseorang menguatkan pendapat tentang bolehnya memakai sandal atau sepatu di areal pekuburan. Tentang perkara ini, penulis berusaha untuk mengurai perbedaan pendapat ulama tentang hal ini. Pertama, Boleh Memasuki Pekuburan Memakai Alas Kaki  Pendapat yang membolehkan memasuki pekuburan memakai sandal atau sepatu berdasarkan dalil berikut ini : Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ، وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ إِنَّهُ لِيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ Sesungguhnya seorang hamba apabila telah meninggal dunia ketika diletakkan di dalam kuburnya dan telah pergi orang-orang yang mengantarkannya, sungguh hamba tadi mendengar suara sandal-sandal mereka. [HR. Al-Bukhâri dan Muslim] Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : أَنَّ الْمَيِّتَ لَيَسْمَعُ خَفْقَ نِعَالِهِمْ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِيْنِ Bahwa sesungguhnya mayit itu mendengar suara sandal-sandal ...

Edisi Membantah Hoax 1

Edisi Membantah Hoax HOAX, SALAFI ANTI SHALAWAT DAN MEMBID'AHKAN SHALAWAT Oleh : Abu Fadhel Majalengka Ahlul bid'ah menuduh bahwa orang-orang  salafi  membid'ahkan shalawat dan anti shalawat. Tuduhan ini tidak bisa dibuktikan sampai detik ini. Lihatlah kajian-kajian ustadz salafi yang bisa di saksikan langsung, baik di televisi, youtube, daurah-daurah dan lain sebagainya, mereka senantiasa membuka kajian setelah membaca hamdalah, mereka membaca shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Lihat pula dibuku-buku yang mereka tulis, senantiasa menyertakan shalawat di mukadimahnya. Lihat juga ditulisan para ustadz salaf di website mereka, di facebook dan lain-lain tentang motivasi untuk bershalawat. Ini salah satu bukti mementahkan tuduhan mereka. Bagaimana mungkin orang yang mengikuti salaf dengan baik tidak mengamalkan perintah Allah dan RasulNya tentang shalawat dan anti shalawat, ini igauan orang yang benci dengan dakwah salaf. Salafi ahlussunnah wal ja...

Edisi Membantah Hoax 2

Edisi Membantah Hoax HOAX, SALAFI ANTI ZIARAH KUBUR, MELARANG DAN MEMBID'AHKANNYA Oleh : Abu Fadhel Majalengka Berita bohong dan fitnah yang senantiasa digoreng oleh ahlul bid'ah dan kelompok menyimpang lainnya adalah SALAFI anti ziarah kubur, melarang dan membid'ahkannya. Hoax inipun terbantahkan dengan bukti yang nyata di ceramah-ceramahnya ustadz-ustadz salaf yang tersebar di tv, youtube atau media sosial. Begitu pula di artikel-artikelnya yang mudah dicari dan diakses dengan mudah di website-website dan media sosial. Salafi ahlussunnah wal jamaah adalah suatu golongan yang senantiasa terdepan dalam mengamalkan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, termasuk sunnah ziarah kubur. Ziarah kubur adalah sunnah dan mengandung banyak faidah dan pelajaran. Diantaranya untuk mengingat kematian, melembutkan hati, meneteskan air mata dan mengingatkan negeri Akhirat. Rasulullah shallallahu alaihi bersabda : إِنِّيْ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ ال...

Jual Celana Atau Sepatu Yang Tidak Syari

JUAL CELANA ATAU SEPATU YANG TIDAK SYAR'I Ulama Al Lajnah Ad Daimah ditanya : الرجاء من سماحتكم إفتاءنا في حكم بيع البناطيل الضيقة النسائية بأنواعها، وما يسمى منها بالجنز، والاسترتش، إضافة إلى الأطقم التي تتكون من بناطيل + بلايز، إضافة إلى بيع الجزم النسائية ذات الكعب العالية، إضافة إلى بيع صبغات الشعر بأنواعها وألوانها المختلفة، خصوصًا ما يخص النساء، إضافة إلى بيع الملابس النسائية الشفافة، أو ما يسمى بالشيفون، إضافة إلى الفساتين النسائية ذات نصف كم، والقصير منها، والتنانير النسائية القصيرة. Kami mohon fatwa dari yang terhormat tentang hukum menjual-belikan celana ketat dengan berbagai jenisnya, di antaranya yang disebut dengan celana jeans, stelan yang terdiri dari celana dan blus, sepatu wanita berhak tinggi, cat rambut dengan aneka jenis dan warnanya, terutama yang biasa dipakai oleh kaum wanita, pakaian wanita yang transparan, atau yang disebut dengan sifon, gaun wanita dengan lengan pendek, dan rok ukuran 2/3 atau mini? Mereka menjawab : كل ما يستعمل على وج...

Kematian Ahlussunnah Dan Ahlul Bid'ah

KEMATIAN AHLUSSUNNAH DAN AHLUL BID'AH Oleh : Abu Fadhel Majalengka Jika salah seorang ahlussunnah meninggal dunia, ahlussunnah yang lain bersedih hati dan seakan-akan kehilangan salah satu anggota badan. Sebaliknya ahlul hawa bergembira ria dan bersuka cita atas kematian ahlussunnah. Sungguh sangat mengherankan ketika ada ahlul bid'ah meninggal, justru ahlussunnah bersedih dan bersimpati atas kematiannya. Bahkan mengatakan matinya dalam keadaaan baik. Yang lebih parah lagi mengatakan, mati dalam keadaan syahid. Berkata Ayub (As-Sakhtiyani) rahimahullah : إني أُخبر بموت الرجل من أهل السنة وكأني أفقد بعض أعضائي “Sungguh aku mendapat kabar tentang kematian seseorang dari Ahlus Sunnah, maka aku merasa seakan-akan telah kehilangan sebagian anggota badanku.” (Hilyatul Auliya’ - Abu Nu’aim Al-Ashbahani III/9, dan Syarhu Ushuli I’tiqodi Ahlis Sunnati Wal Jama’ah -  Al-Lalaka’i I/60/29). Berkata Hammad bin Zaid rahimahullah : حضرت أيوب السختياني وهو يغسل شعيب بن الحب...

MENAWARKAN DIRI UNTUK DINIKAHI

MENAWARKAN DIRI UNTUK DINIKAHI  Seorang gadis atau seorang janda yang terbaik adalah yang menawarkan dirinya untuk dinikahi laki-laki yang shaleh, yang baik agamanya dan akhlaknya, sekalipun laki-laki tersebut suaminya orang.  Daripada menjadi wanita yang menjomblo sampai tua atau wanita yang menawarkan atau menjajakan diri kepada lelaki hidung belang untuk menjadi pemuas nafsunya.  Sebagian orang mengatakan kepada wanita yang menawarkan dirinya untuk dinikahi laki-laki bersuami dikatakan tidak punya malu, tidak sopan atau tidak beradab, padahal dialah wanita yang terbaik. Dia dengan penuh keikhlasan dan mengharapkan ridha Allah untuk dinikahi laki-laki shaleh untuk menjaga agamanya. Berkata Tsabit al-Bunani rahimahullah :  كُنْتُ عِنْدَ أَنَسٍ وَعِنْدَهُ ابْنَةٌ لَهُ قَالَ أَنَسٌ جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم تَعْرِضُ عَلَيْهِ نَفْسَهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ أَلَكَ بِي حَاجَةٌ فَقَالَتْ بِنْتُ أَنَسٍ مَا أَقَلَّ حَيَاءَهَا وَاسَوْأَتَا...