NGEYELNYA AHLUL HAWA

Ahlul hawa mengatakan, "Kalau begitu shalat tarawih berjamaah di masjid, pengumpulan mushaf alquran dan azan dua kali di hari Jum’at, itu juga bid'ah dong, karena di zaman Nabi tidak ada!!!"

Orang yang bicara seperti itu menunjukkan bahwa dia tidak paham. Bahwa kaum muslimin selain diperintahkan untuk mengikuti sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan juga sunnahnya para khulafarur rasyidin. 

Nah shalat tarawih berjamaah di masjid, pengumpulan mushaf alquran dan azan dua kali di hari jumat, adalah sunnahnya para khulafarur rasyidin, yang kita kaum muslimin diperintahkan untuk mengikutinya, selain sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:


أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ 

"Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memimpin kalian adalah budak Habsyi. Karena barangsiapa yang hidup di antara kalian setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, kalian wajib berpegang teguh pada SUNNAHKU dan SUNNAH AL-KHULAFA’ AL-MUHTADIN AR-RASYIDIN yang mendapatkan petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian (maksudnya peganglah dengan teguh). Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits Shahih).

Ada lagi yang berhujjah, "Tuh lihat Bilal Bin Rabbah radhiyallahu anhu, berwudhu terus setiap dia hadats, kemudian shalat sunnah dua rakaat, padahal itu tidak ada perintah dan contoh dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam!!!"

Ini juga orang yang tidak paham. Bahwa ada namanya sunnah taqririyah, yakni segala perkataan dan perbuatan Sahabat yang diketahui oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam, lalu disetujui atau mendapat legitimasi atau pengesahan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Contohnya ya perbuatan Bilal Bin Rabbah radhiyallahu anhu. Maka boleh kita mengikutinya, karena sudah ada pengesahan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. 

Berkata Abu Hurairah radhiyallahu anhu, 

  أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالٍ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ       

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Bilal radhiyallahu ‘anhu pada sholat Subuh : “Wahai Bilal, beritahulah kepadaku suatu amalan yang paling engkau harapkan (untuk mendapatkan pahala paling besar) yang engkau lakukan selama dalam Islam? Karena aku mendengar suara gerakan kedua sandalmu di hadapanku di surga.” Bilal berkata : “Tidaklah aku mengamalkan suatu amalan pun yang paling aku harapkan, selain setiap aku berwudhu, baik di malam hari atau siang hari, kecuali aku shalat dengan wudhu tersebut, sesuai yang Allah tentukan  bagiku.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Nah amalan kalian itu ada tidak sunnahnya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, sunnah khulafarur rasyidin atau pengesahan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam? 

Ya wis, ahlul hawa itu kalau dijelasin, tetap ngeyel, susah menerima, ya ujung-ujungnya sebar hoax dan ngadu otot.

AFM 

Copas dari berbagai sumber. 



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibadah Dimalam Nisfu Sya'ban

Royalti Di Akhirat

KENAPA KAMU DIAM?