Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

MAAF SAYA BUKAN USTADZ

MAAF SAYA BUKAN USTADZ Ada orang, yang hobinya serang sini serang sana, tahdzir alan tahdzir pulan, kritisi ustadz itu dan menyalahkan ulama ini. Ketika ditanya, kamu ustadz atau ulamakah?   "Maaf, saya bukan ulama dan bukan pula ustadz."  Tetapi herannya dia berperan sebagai ustadz atau ulama, dengan membantah para ustadz atau ulama. Berkata Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah : يقول: لست عالما، ثم يرد على علماء الأمة، ويتحدث في أدق النوازل، ويتصدر مجالس الفتيا، ويؤول النصوص حسب هواه، طيب لو ادعيت بإنك عالم ماذا ستفعل؟!  "Ada orang yang mengatakan, ‘Aku bukan ulama,’ namun anehnya setelah itu, dia membantah para ulama umat ini, bicara tentang masalah-masalah kontemporer yang paling rumit, lancang menyampaikan fatwa, dan menafsirkan dalil-dalil syari’at sesuai dengan hawa nafsunya. Terus, seandainya engkau menganggap bahwa dirimu adalah seorang ulama, kira-kira apa yang akan engkau lakukan?!” Sumber : https://mobile.twitter.com/m_g_alomari/status/85370189876...

KUALITAS SESEORANG DILIHAT DARI LISANNYA

KUALITAS SESEORANG DILIHAT DARI LISANNYA  Ahlul bid'ah, hizbiyyun atau harokiyyun kebusukan hatinya terpancar dari lisan atau tulisannya. Omongan dan tulisannya penuh dengan cacian, makian dan sumpah serapah. Kata-kata goblok, tolol, bodoh atau nama-nama binatang yang mereka lontarkan kepada orang yang menyelisihinya, menghiasi omongan atau tulisannya dalam kesehariannya. Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah,  فالخبيث يتفجر من قلبه الخبث على لسانه وجوارحه، والطيب يتفجر من قلبه الطيب على لسانه وجوارحه. "Orang yang BUSUK akan terpancar dari hatinya kebusukan melalui lisan dan anggota badannya, sedangkan orang yang baik akan terpancar kebaikan dari lisan dan anggota badannya pula." (Zaadul Ma’ad).  Dan berkata Ibnul Qayyim rahimahullah,  أي كما تطعم بلسانك طعمَ ما في القدور من الطعام فتدرك العلم بحقيقته، كذلك تطعم ما في قلب الرجل من لسانه، فتذوق ما في قلبه من لسانه، كما تذوق ما في القدر بلسانك. الداء والدواء (ص ١٨٧) "Yakni, sebagaimana engkau mencicipi rasa makanan yang ad...

MENGHIBUR YANG TERKENA MUSIBAH

MENGHIBUR YANG TERKENA MUSIBAH Jika seseorang mendatangi atau mengunjungi orang yang terkena bencana atau musibah, maka hendaklah menghiburnya.  Katakan padanya, "Bersabarlah, semoga Allah memberikan pahala dan menggantinkanya dengan yang lebih baik." Jangan mengatakan, "Bertaubatlah, beristighfarlah, itu karena akibat maksiatmu, kebid'ahan dan kesyirikanmu!" Memang perkataan itu tidak salah, sangat benar, namun momen dan waktunya tidak tepat.  Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata: إذا كان قول الحق في غير محله وفي غير وقته وبغير الأسلوب المناسب، فإنه يسبب مفسدة Jika perkataan yang benar disampaikan tidak pada tempatnya, tidak pada waktu yang tepat, dan tidak menggunakan cara yang pas, maka hal itu akan menyebabkan kerusakan. (Ni'matul Amni, hlm. 34). Dakwah menyampaikan kebenaran itu mesti dengan ilmu. Ilmu disini bukan hanya tentang syari’at saja, tetapi mencakup ilmu tentang syari’at, ilmu tentang keadaan orang yang didakwahi dan ilmu tentang ...

NIAT MELAKUKAN KEMUNGKARAN

NIAT MELAKUKAN KEMUNGKARAN  Seseorang yang berniat melakukan kemungkaran atau kemaksiatan, tidak dihukumi atau dicatat berdosa sampai dia melakukannya.  Mabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: مَن هَمَّ بحَسَنةٍ فلم يَعمَلْها كُتِبَت له حَسَنةً، ومن هَمَّ بحَسَنةٍ فعَمِلَها كُتِبَت له عَشرًا إلى سبعِمئةِ ضِعفٍ، ومن هَمَّ بسَيِّئةٍ فلم يعمَلْها لم تُكتَبْ، وإنْ عَمِلها كُتِبَت Barang siapa yang berniat melakukan suatu kebaikan tetapi tidak melakukannya, maka dicatat baginya satu pahala kebaikan. Dan barang siapa yang berniat melakukan kebaikan lalu jadi melakukannya, maka dicatat baginya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat pahala. Dan barang siapa yang berniat melakukan keburukan tetapi tidak melakukannya, maka tidak dicatat sebagai dosa. Namun jika ia melakukannya, maka dicatat sebagai satu dosa” (HR. Muslim). Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: إنَّ اللَّهَ كَتَبَ الحَسَناتِ والسَّيِّئاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذلكَ، فمَن هَمَّ بحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْها، كَتَبَها الل...

TERGESA-GESA DARI SETAN

TERGESA-GESA DARI SETAN Salah satu tabiat dan watak manusia adalah tergesa-gesa dalam seluruh urusan. Dan inilah tabiat dan watak yang buruk. Allah Ta'ala berfirman,  وَكَانَ الإنْسَانُ عَجُولا Dan adalah manusia itu bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra: 11). Dan Allah Ta’ala berfirman,  خُلِقَ الإنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. (Al-Anbiya: 37) Disebutkan dalam tafsir Al-Muyassar, "خُلق الإنسان عجولا يبادر الأشياء ويستعجل وقوعها" "Manusia diciptakan dalam keadaan bertabiat tergesa-gesa; dia ingin mengerjakan segala sesuatu dengan segera dan berhasrat segala sesuatu terjadi dengan cepat." (Tafsir Al-Muyassar).   Sifat tergesa-gesa itu dari setan. Kecuali yang memang disyariatkan untuk bersegera melakukannya.  Disebutkan dalam Al Hilyah Li Abi Nu'aim, العجلـة مـن الشيطـان إلا فـي خمـس : ١) إطعـام الضيـف. ٢) تجهيـز الميـت. ٣) تزويـج البكـر. ٤) قضـاء الديـن. ٥) التوبـة مـن الذنـب. [الحليـة لأبـي نعيـم (٨ / ٨٢)] Tergesa-gesa itu d...

TIDAK MENGAKUI KESALAHAN

TIDAK MENGAKUI KESALAHAN  Seseorang telah melakukan kesalahan, contohnya dengan menyebarkan berita atau kabar yang tidak benar atau belum tentu benar. Karena kadung tersebar dan di share banyak orang, bukannya minta maaf dan klasifikasi, justru tetap menyalahkan orang yang disebarkan beritanya. Padahal kalau dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf, dosa kezalimannya tidak akan dituntut di akhirat dan tidak akan menjadi orang yang bangkrut di hari perhisaban.  Memang, mengakui kesalahan membutuhkan orang-orang yang jujur dan bertawakkal, yaitu orang-orang yang mengharapkan pahala di sisi Allah. Berkata Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah: ‏الرجوع إلى الحق والاعتذار عن الخطأ يحتاج رجالا صادقين متوكلين، يرجون ما عند الله من الأجر، لا ما عند الخلق من حطام الدنيا أو الشهرة والمديح. "Kembali kepada kebenaran dan mengakui kesalahan membutuhkan orang-orang yang jujur dan bertawakkal, yaitu orang-orang yang mengharapkan pahala di sisi Allah, bukan mengharapkan apa yang ada ...

SETIAP KESULITAN, ADA KEMUDAHAN

SETIAP KESULITAN, ADA KEMUDAHAN  Orang yang terkena musibah atau bencana itu, baik karena banjir, longsor, tsunami, gempa, gunung meletus, kebakaran dan lain sebagainya, pasti mengalami kesulitan, kesusahan dan penderitaan. Mungkin karena listrik mati, air PDAM tidak mengalir, tempat tinggal tidak ada, makanan dan minuman sulit di dapat dan lain sebagainya.  Bersabarlah, dan tingkatkan kesabaran. Sesungguhnya pertolongan itu bersama kesabaran. Kelapangan bersama kesempitan. Dan kesulitan bersama kemudahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, واعلم أن النصر مع الصبر ، وأن الفرج مع الكرب ، وأن مع العسر يسرا “Dan ketahuilah, sesungguhnya pertolongan itu bersama kesabaran. Kelapangan bersama kesempitan. Dan kesulitan bersama kemudahan.” (Shahih Jami' - Al Albani) . Allah Ta'ala berfirman : فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al Insy...

MENGGANTI DENGAN KAUM YANG LAIN

MENGGANTI DENGAN KAUM YANG LAIN  Banyak kisah suatu kaum yang dimusnahkan di muka bumi, kemudian digantikan dengan kaum yang lain. Mereka dimusnahkan karena berpaling dari agama Allah, tidak menolong agama Allah dan tidak menegakkan syariat-Nya.  Berkata Ibnu Katsir rahimahullah,  "يقول تعالى مخبرا عن قدرته العظيمة أن من تولى عن نصرة دينه وإقامة شريعته ، فإن الله يستبدل به من هو خير لها منه وأشد منعة وأقوم سبيلا كما قال تعالى : { وإن تتولوا يستبدل قوما غيركم ثم لا يكونوا أمثالكم } [ محمد : 38 ] وقال تعالى : { إن يشأ يذهبكم أيها الناس ويأت بآخرين } [ النساء : 133 ] ، وقال تعالى : { إن يشأ يذهبكم ويأت بخلق جديد وما ذلك على الله بعزيز } [ إبراهيم : 19 ، 20 ] أي: بممتنع ولا صعب . وقال تعالى هاهنا : { يا أيها الذين آمنوا من يرتد منكم عن دينه } أي: يرجع عن الحق إلى الباطل . قال محمد بن كعب : نزلت في الولاة من قريش . ." Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman menceritakan tentang kekuasaan-Nya Yang Mahabesar, bahwa barang siapa yang memalingkan diri tidak mau menolong agama Allah da...

AL-QURTUBI MENAFIKAN ALLAH DI ATAS ARSY

AL-QURTUBI MENAFIKAN ALLAH DI ATAS ARSY? Ahlul bid'ah itu terus-menerus, tidak berhenti dan tidak putus asa mencari-cari dalil dan perkataan ulama dalam rangka untuk pembenaran pemahamannya yang sesat bahwa Allah Ta’ala tidak beristiwa di atas Arsy. Mereka pun mengutip perkataan Imam Al Qurtubi rahimahullah.  Al Imam Al Qurtubi (W 671 H) mengatakan: و الْعَلِيُّ يُراد به علوّ القدر والمنزلة، لا علو المكان، لأن الله منزه عن التحيز. Al Aliy yang maksud dengannya adalah ketinggian kekuasaan dan kedudukan bukan ketinggian tempat. Karena, sesungguhnya Allah suci dari bertempat. [Al Jami' Li Ahkam Al Qur'an: 4/579]. Padahal perkataan ini, bukan menafikan Allah Ta’ala beristiwa di atas Arsy. Beliau hanya membahas tentang 'Al Aliy. Perhatikan penjelasan Al Qurtubi rahimahullah ketika menjelaskan ayat 54 dari surah Al Araf. إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ .... Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah...

SEGALA SESUATU AKAN BINASA

SEGALA SESUATU AKAN BINASA Sebagian orang bermain logika dengan sifat-sifat Allah, tidak menetapkannya sebagaimana Allah dan Rasul-Nya menetapkannya dalam alquran dan assunnah. Mereka mentakwil dan memalingkan maknanya. Seperti ayat dibawah ini, Allah Ta'ala berfirman,  كُلُّ شَيۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُۥۚ   “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajahNya.” (QS. Al-Qashash: 88). Mereka mengatakan, "Kalau Allah punya tangan, berarti tangan Allah juga akan binasa atau hancur, karena ayat ini mengatakan segala sesuatu akan binasa atau hancur kecuali wajahNya?" Itulah akal sehat yang sudah rusak, karena mereka berfikir dengan dimensi makhluk, menyamakan makhluk dengan pencipta. Sama dengan perkataan mereka, "Kalau Allah turun ke langit bumi, berarti arasy kosong?" Kalau logikanya seperti itu dalam memahami ayat di atas, maka banyak ayat yang serupa dengannya. Contoh perhatikan beberapa ayat berikut ini. 1》Allah Ta'ala berfirman,  ... قُلِ ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُل...

IMAM BUKHARI MENTAKWIL WAJAH ALLAH?

IMAM BUKHARI MENTAKWIL WAJAH ALLAH? Sebagian orang yang suka mentakwil sifat Allah, terus mencari-cari dalil dan perkataan ulama untuk membenarkan dan mendukung pemahamannya, diantaranya mereka mengutip perkataan Imam Bukhari rahimahullah dibawah ini, كُلُّ شَيۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُۥۚ  إِلَّا مُلْكَهُ “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali WajahNya.” (QS. Al-Qashash: 88), kecuali kerajanNya.  Perkataan di atas, menurut mereka bahwa Imam Bukhari mentakwil kata wajah dengan kerajaanNya.  Dan untuk menutupi kebusukannya, mereka memotong perkataan Imam Bukhari berikutnya. Dimana Imam Bukhari menunjukkan tentang dua penafsiran dari surah alqashash ayat 88. Perhatikan perkataan lengkap dari Imam Bukhari, { كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ } إِلَّا مُلْكَهُ وَيُقَالُ إِلَّا مَا أُرِيدَ بِهِ وَجْهُ اللَّهِ { Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali WajahNya}.” (QS. Al-Qashash: 88), (1) kecuali kerajanNya dan dinyatakan juga : (2) kecuali segala yang diinginkan deng...

SYEKH BIN BAAZ DAN SYEKH UTSAIMIN MUJASSIMAH?

SYEKH BIN BAAZ DAN SYEKH UTSAIMIN MUJASSIMAH? Tuduhan mujassimah selain kepada Ibnu Taimiyyah, Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab juga kepada ulama-ulama lain seperti Syekh Bin Baaz dan Syekh Utsaimin rahimahumallahu. Perhatikan bagaimana aqidah Syekh Bin Baaz dan Syekh Utsaimin rahimahumallahu dalam masalah nama dan sifat-sifat Allah. Berkata Syekh Bin Baaz rahimahullah,  مذهب أهل السنة والجماعة في أسماء الله وصفاته: أنهم يؤمنون بها، ويثبتونها كما جاءت في القرآن والسنة، ويمرونها كما جاءت؛ من غير تحريف، ولا تعطيل، ولا تكييف، ولا تمثيل، هكذا قول أهل السنة والجماعة، وهم أصحاب النبي ﷺ ومن سلك سبيلهم، يؤمنون بأسماء الله وصفاته الواردة في القرآن الكريم، أو في السنة الصحيحة...نور على الدرب Madzhab ahlussunnah wal jamaah tentang nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Bahwasanya mereka beriman dengannya, menetapkan dan membiarkannya (apa adanya) sebagaimana yang datang dari Alquran dan assunnah. Tanpa tahrif, ta'thil, takyip dan tamtsil. Demikianlah perkataan ahlussunnah wal jamaah. Mereka...

ORANG KAFIR TIDAK TERKENA BENCANA?

ORANG KAFIR TIDAK TERKENA BENCANA? Ketika dalil alquran, assunnah dan penjelasan ulama tentang dalil tersebut yang menyatakan bahwa musibah atau bencana itu akibat kekufuran, maksiat dan dosa. Lantas ada orang mengatakan, "Kenapa orang kafir, daerah atau negeri-negeri kafir yang banyak berbuat kekufuran dan kemaksiatan tidak tertimpa bencana?" Dalam istilah islam, itu namanya istidraj. Istidraj secara bahasa maknanya, المكر والخداع Makar dan tipu daya.   Dan sedangkan secara istilah atau secara syar'i adalah, الاستدراج من عقوبات الكفار والعصاة التي يصيب بها الله من يشاء من عباده، وهو: أن يقرب الله من شاء من عباده إلى العذاب والهلاك من حيث لا يعلم؛ بإعطائه ما يشتهيه، فكلما فعل معصية أحدث له نعمة وأنساه الاستغفار، فيقربه من العذاب شيئا فشيئا حتى يأخذه، وسبب الاستدراج: اغترار العبد بلطف الله تعالى وإحسانه فيرى أنه محسن إليه، فيستمر في العصيان ومخالفة الأوامر وارتكاب النواهي وعدم التوبة. Al-Istidrāj termasuk hukuman pada orang-orang kafir dan para pelaku kemaksiatan yang Alla...

TIDAK TERIMA, MUSIBAH AKIBAT MAKSIAT

TIDAK TERIMA, MUSIBAH ITU AKIBAT MAKSIAT Sebagian orang protes dan tidak terima, bahwa musibah atau bencana yang menimpa itu akibat ulah mereka sendiri dengan banyak berbuat maksiat dan dosa. Padahal Allah Ta’ala telah menegaskan dalam alquran tentang hal ini. Allah Ta’ala berfirman,  وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Qs. Asy-Syuura: 30). Di dalam tafsir As Sa'di disebutkan,  "يخبر تعالى، أنه ما أصاب العباد من مصيبة في أبدانهم وأموالهم وأولادهم وفيما يحبون ويكون عزيزا عليهم، إلا بسبب ما قدمته أيديهم من السيئات، وأن ما يعفو اللّه عنه أكثر، فإن اللّه لا يظلم العباد، ولكن أنفسهم يظلمون {وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ} .." Allah mengabarkan bahwa apa pun musibah yang menimpa hamba-hambaNYa, pada jasad mereka...

PESANTREN SALAF (SALAFIYYAH) DAN PESANTREN MODERN

PESANTREN SALAF (SALAFIYYAH) DAN PESANTREN MODERN Dulu yang namanya pesantren salafiyyah adalah pesantren tradisional istilahnya. Yakni pesantren yang hanya mengajarkan pelajaran yang berhubungan dengan agama. Seperti tauhid, fiqh, tafsir, nahwu sharaf dan semisalnya. Dan sistem atau metode pembelajarannya adalah sistem sorogan atau bandongan.  Metode Sorogan adalah metode di mana santri membaca langsung kitab di hadapan kiai. Santri akan menerjemahkan dan menjelaskan isi kitab, kemudian kiai mengoreksi atau menambahkan penjelasan. Sedangkan metode bandongan adalah cara pembelajaran di mana kiai membaca, menerjemahkan, dan menjelaskan isi kitab kuning secara langsung kepada santri yang menyimak. Santri biasanya hanya mendengarkan sambil mencatat bagian penting atau makna kata-kata dalam kitab. Belajarnya duduk melantai. Santri dan kiyainya biasanya bersongkok hitam nasional atau bersorban, pakai baju koko dan sarungan. Kalau sudah selesai mondok, tidak mendapatkan ijazah formal....