DOKTORIYYUN

DOKTORIYYUN

Dahulu, yang mengatakan doktoriyyun, irsyadiyyun, Lc (lucu-lucu), hizbi sururiyyun dan laqob-laqob lainnya adalah orang-orang Laskar Jihad, RII atau sempalannya kepada dai-dai Rodja dan yang diluar komunitasnya. Setelah mereka berpecah belah dan sibuk bantah membantah diantara mereka, laqob-laqob doktoriyyun, irsyadiyyun, Lc (lucu-lucu), hizbi sururiyyun ikut juga redup. 

Namun sekarang mulai muncul lagi laqob-laqob tersebut yang datangnya bukan dari orang-orang RII dan pecahannya, namun justru dari komunitas yang dulu ditahdzir oleh linknya LJ, RII dan pecahannya. 

Sekiranya para doktor atau murid-muridnya yang ribuan jumlahnya turun gunung memberikan bantahan dan pembelaan (kepada guru mereka yang pendapatnya di atas kebenaran), tentulah dunia persilatan facebook, instagram, X (twitter) atau media lainnya, akan super heboh, ramai dan gaduh dengan gelut online yang berlarut-larut. 

Namun murid-murid para doktor itu, masih bisa menahan diri, paling satu, dua atau tiga orang saja yang menanggapi, memberikan bantahan dan pembelaan. 

Dan pembelaan mereka terhadap gurunya, adalah membela gurunya yang di atas kebenaran. Dan menasehatinya jika guru gurunya yang menyelisihi kebenaran. (Silahkan buka pembahasan ini di link https://www.facebook.com/share/p/1BxnpurSdn/).

Memang gelar (prof, doktor, MA, Lc dan yang lainnya) dan yang koleksi kitabnya satu lapangan bola serta ilmunya seluas samudera, bukan segalanya, bukan jaminan dan bukan barometer, tolok ukur atau standar orang itu alim dan di atas kebenaran. Dan bukan pula orang yang alumni pondok, mahad atau non formal lainnya, indikator mereka berilmu dan di atas kebenaran.

Namun siapa saja yang berpegang teguh dengan alquran dan assunnah dengan pemahaman yang benar, merekalah orang yang berilmu dan di atas kebenaran.

Berkata Al Imam Al Barbahari rahimahullah:

ومن خالف الكتاب و السنة فهو صاحب بدعة و ان كان كثير العلم و الكتب 

Dan barangsiapa menyelisihi al kitab (al quran) dan as sunnah maka dia adalah pelaku bid'ah, walaupun ilmu dan kitab-kitabnya banyak. (Syahrus Sunnah hal 104).

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah,

"يوجد الآن من يحمل شهادة دكتوراه لكنه لا يعرف من العلم شيئًا أبدًا."

"Sekarang ini dijumpai orang yang bergelar doktor, namun dia tidak mengetahui sama sekali tentang ilmu agama (yang benar)." (Syarah Riyadhis Shalihin 1/1591).

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah ditanya :

هل يكفي لمن أراد تعليم الناس أمور دينهم , هل يكفي أن يحمل شهادة جامعية , أم لا بد له من تزكيات العلماء ؟

Apakah seseorang yang ingin mengajarkan perkara-perkara agama kepada manusia cukup baginya dengan titel universitas yang dia sandang, ataukah harus ada tazkiyah (rekomendasi) dari para ulama?

Beliau menjawab :

لا بد من العلم ..ما كل من حمل شهادة يصير عالم ،، لا بد من العلم والفقه في دين الله ..والشهادة ما تدل على العلم !! قد يحملها وهو أجهل الناس ! وقد لا يكون عنده شهادة وهو من أعلم الناس ..هل الشيخ ابن باز معه شهادة ؟؟!! هل الشيخ ابن إبراهيم ؟؟!! هل الشيخ ابن حميد ؟؟!! هل هم معهم شهادات ؟؟!! ومع هذا هم أئمة هذا الوقت
فالكلام على وجود العلم في الإنسان والفقه في الإنسان ،،، لا على شهاداته ولا على تزكياته ما يعتبر هذا !! ...

والواقع يكشف الشخص :

إذا جاءت قضية أو حدثت ملمة تبين العالم من المتعالم والجاهل . نعم 

Harus memiliki ilmu, tidak semua orang yang menyandang titel menjadi ulama. Harus memiliki ilmu dan kefakihan dalam agama Allah. Semata-mata titel tidaklah menunjukkan ilmu, karena terkadang seseorang memiliki titel padahal dia termasuk manusia yang paling bodoh.

Sebaliknya terkadang seseorang tidak memiliki titel namun dia termasuk manusia yang paling berilmu. Apakah Asy-Syaikh Ibnu Baz memiliki titel?! Demikian juga Asy-Syaikh Ibnu Ibrahim dan Asy-Syaikh Ibnu Humaid?!

Apakah mereka memiliki titel?! 
Walaupun demikian mereka menjadi para imam di masa ini.

Jadi yang terpenting adalah membicarakan apakah ilmu dan kefakihan itu ada pada seseorang.

Bukan tentang titel atau ijazah atau tazkiyah, ini semua tidak teranggap. Dan fakta nanti yang akan menyingkap keadaan seseorang.

Jika ada sebuah masalah atau muncul sebuah bencana, ketika itulah akan nampak siapa yang benar-benar seorang ulama dan mana orang yang sok berilmu dan jahil.” Na'am. Sumber : https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=114719

AFM


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENAPA KAMU DIAM?

BENCANA UJIAN ATAU AZAB ?

SOLUSI MENCEGAH BENCANA