Mencocoki Sunnah Lebih Utama

MENCOCOKI SUNNAH LEBIH UTAMA

Amalan yang sedikit akan tetapi mencocoki sunnah lebih baik dari pada amalan yang banyak, tetapi menyelisihi sunnah. Karena amalan yang sesuai dengan sunnah itulah amalan yang diterima dan amalan yang tidak sesuai dengan sunnah, itu tertolak.

Berkata Syekh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah :

"إصابة السنة أفضل من كثرة العمل، ولهذا قال الله تعالى: ( ليبلوكم أيكم أحسن عملاً ) ولم يقل: أكثر. عملا

Mencocoki sunnah lebih utama dari pada banyaknya amalan, oleh karena itu Allah ta'ala berfirman:

ليبلوكم أيكم أحسن عملا

"Supaya Dia menguji kalian, siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya” (QS. Al Mulk: 2)

Dan (Allah) tidaklah berfirman: yang lebih banyak amalnya. (Shifatush Sholah hal. 169).

Beliau juga mengatakan :

مثال: سنة الفجر يسن فيها التخفيف، فلو قال إنسان: أنا أريد أن أطيل القراءة ... وأطيل الركوع والسجود ... وقال آخر : أنا أصلي سنة الفجر ركعتين خفيفتين ... فالثاني أفضل؛ لأنه أصاب السنة، واتباع السنة أفضل

Sebagai contoh, shalat sunnah qabliyyah shubuh disunnahkan meringankannya. Jika ada orang berkata, "Aku ingin memanjangkan bacaan shalatku, ruku' dan sujudku." Yang lainnya berkata, "Aku ingin shalat sunnah qabliyyah Shubuh dua raka'at dengan ringan." Maka orang yang kedua lebih utama keadaannya. Karena ia mencocoki praktek Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan mengikuti sunnah beliau lebih utama." (Shifatus Shalah hal. 169).

Abu Fadhel Majalengka






Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENAPA KAMU DIAM?

SOLUSI MENCEGAH BENCANA

Kehidupan Yang Baik