Nasehat Hijrah

NASEHAT HIJRAH

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Pada Tahun ke 13 kenabian, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Tiba di Madinah, Beliau kumpulkan kaum muhajirin dan anshor, lantas beliau bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ ، وَصِلُوا الأَرْحَامَ ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ. (رواه ابن ماجة : قال الشيخ الألباني : صحيح).

Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur (shalat tahajud), niscaya kalian semua akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Imam Ibnu Majah. Berkata Syekh Al Albani: Hadits shahih)..

Nasehat yang spektakuler dan sangat luar biasa. Konsep dasar untuk menyatukan hati-hati kaum muslimin dan pondasi awal untuk membangun peradaban Islam.

Ternyata dengan keempat nasehat ini,  kaum muslimin hidup dengan penuh kebahagiaan. Nasehat ini betul-betul menciptakan tatanan masyarakat yang sangat ideal. Coba perhatikan keempat nasehat ini.

Pertama, Sebarkan Salam.

Menyebarkan  salam  merupakan cara yang  paling efektif untuk menimbulkan rasa  sayang  diatara  kaum muslimin. Dan rasa saling mengasihi ini merupakan nikmat dan anugerah yang sangat besar dari Allah Ta’ala. Kebahagian dunia dan akherat akan dirasakan bagi orang yang senantiasa menyebarkan salam.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا.أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ ». (رواه مسلم).

Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak akan beriman kalian sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku beritahukan sesuatu, apabila kalian melakukannya kalian akan saling mencintai, sebarkan salam diantara kalian. (HR. Imam Muslim).

Menyebarkan salam juga merupakan ciri dari orang Islam yang terbaik. Karena orang Islam yang terbaik adalah orang yang senantiasa menyebarkan salam. Baik kepada orang yang dikenal maupun kepada orang yang tidak dikenal.

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :

أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ. (رواه متفق عليه).

Islam seperti apakah yang paling baik?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab, “Kamu memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan kepada orang yang tidak kamu kenal. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, Memberi makan.

Memberi makan orang lain merupakan akhlak kaum muslimin yang sangat menakjubkan. Bahkan dengan memberikan makanan kepada orang lain dihitung sebagai shodaqoh, sekalipun sesuap makanan yang diberikan kepada isterinya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ  (رواه البخاري).

“Tidaklah kamu nafkahkan suatu nafkah, yang kamu menafkahkannya hanya mengharapkan wajah Allah semata, kecuali kamu dibalas atasnya, sampai sesuap makanan yang kamu suapkan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari).

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita semua kaum muslimin untuk memberi makan kepada orang lain. Sehingga apabila memasak harus memperbanyak kuahnya, supaya bisa bagi-bagi ke tetangga.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menasehati Abu Dzar radhiyallahu anhu:

إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوفٍ ».(رواه مسلم(.

"Jikalau engkau memasak, maka perbanyakkanlah kuahnya, kemudian lihatlah keluarga dari tetangga-tetanggamu, lalu berilah mereka itu dengan baik-baik."  (HR. Muslim).

Dengan memberikan makanan kepada anak isteri, tetangga dan yang lainnya, selain akan mempererat persaudaraan, juga akan mengantarkan kedalam surgaNya Allah Ta’ala. Karena sepotong makanan yang diberikan kepada orang lain, bisa mencegah diri kita dari api neraka.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ...  (متفق عليه).

Jagalah kalian dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sepotong kurma. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga, Menyambung Silaturahim.

Menyambung silaturahim diperintahkan dalam al Qur’an dan as Sunnah. Allah dan RasulNya sangat menganjurkan untuk senantiasa menjaga hubungan silaturahim. Bahkan menyambung silaturahim merupakan ciri orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Silaturahim juga merupakan amalan yang bisa memasukkan pelakunya ke dalam surga.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَاليَومِ الآخِرِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ ، فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ.  )مُتَّفَقٌ عَلَيهِ(.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah muliakan tamunya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menyambung silaturahim. (HR. Bukhari dan Muslim).

Berkata Abu Ayub Khalid bin Zaid al Anshori  radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam:

أخْبِرْني بِعَمَلٍ يُدْخِلُني الجَنَّةَ ، وَيُبَاعِدُني مِنَ النَّارِ . فَقَالَ النَّبيُّ صلى الله عليه وسلم : تَعْبُدُ الله ، وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيئاً ، وَتُقِيمُ الصَّلاةَ ، وتُؤتِي الزَّكَاةَ ، وتَصِلُ الرَّحمَ )مُتَّفَقٌ عَلَيهِ( .

“Kabarkan kepadaku suatu amalan yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka”. Maka Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab :”Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun juga, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan menyambung silaturahim. (HR. Bukhari dan Muslim).

Keempat, Shalat Lail atau Shalat Tahajud.

Shalat tahajud merupakan shalat yang yang paling utama setelah shalat fardhu. Amalan yang senantiasa Rasulullah dan para sahabatNya mengerjakannya. Bahkan walaupun Beliau dalam keadaan di perjalanan, beliau tetap mengerjakannya. Bahkan saking rutin dan lamanya beliau shalat malam, kakinya sampai bengkak-bengkak.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم).

”Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu, adalah shalat lail (tahajud). (HR. Muslim).

Berkata Syu'bah  radhiyallahu ‘anhu :

قَامَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- حَتَّى وَرِمَتْ قَدَمَاهُ قَالُوا قَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ. قَالَ « أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ». (متفق عليه).

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berdiri shalat malam, sampai kakinya bengkak-bengkak, mereka (para sahabat) mengatakan, sungguh telah diampuni dosamu yang terdahulu dan yang akan datang (mengapa masih mengerjakan shalat malam), Dia bersabda : Maka apakah tidak aku menjadi hamba yang bersyukur. (HR. Bukhori dan Muslim).

Keempat nasehat ini betul-betul mencakup dua hal, hubungan dengan manusia, yakni memberi salam, memberi makan, dan menyambung silaturahim, serta hubungan dengan Allah, yakni shalat lail. Sehingga kedua hal inilah yang mengantarkan kebahagian dunia dan akherat. Memperbaiki hubungan dengan Allah juga memperbaiki hubungan dengan manusia.

Mari kita amalkan keempat nasihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ini, semoga mengantarkan kita semua kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENAPA KAMU DIAM?

SOLUSI MENCEGAH BENCANA

Kehidupan Yang Baik