Rahmatan Lil'alamin
Islam Rahmatan Lil’alamin
Oleh : Abu Fadhel Majalengka
Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam diutus sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, baik yang muslim maupun yang kafir. Dan termasuk juga seluruh makhluk yang ada di permukaan bumi ini.
Allah Ta’ala, Berfirman
وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya : 107).
Sehingga wajib bagi kita untuk senantiasa berkasih sayang sesama kaum muslimin, saling menolong, saling memberi, saling membantu dan lain sebagainya. Dan begitu pula sikap kita terhadap orang kafir, secara sosial kemasyarakatan haruslah bersikap baik.
Menjenguknya ketika sakit, memberinya makan ketika kelaparan, bersama-sama membersihkan lingkungan dan lain sebagainya.
Akan tetapi kalau sudah menyangkut akidah, tentulah harus bersikap tegas. Mungkin diundang merayakan hari rayanya, berdoa dan beribadah bersama, atau yang lainnya yang menyangkut ibadah.
Allah Ta’ala, Berfirman :
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (QS. Ali Imran 159).
Dan Allah Ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ….
Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir….(QS. al Maidah 54).
Dan Allah Ta'ala berfirman :
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ…
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…. (QS. al Fath 29).
Maka tidak selayaknya sesama kaum muslimin bersikap keras, saling membenci, saling mendengki, dan saling bermusuh-musuhan.
Mungkin dikarenakan tidak segolongannya, separtainya, jamaahnya atau bahkan hanya sekedar beda ustadz dan tempat mengaji, tidak saling memberi salam dan tidak saling memberi hadiah atau makanan.
Atau mungkin sudah keluar dari suatu kelompoknya atau jamaahnya, atau pindah mengaji dan ganti ustadz, akhirnya di hajr (diboikot), tidak dikunjungi kalau sakit, tidak dibantu kalau ada kesusahan, tidak dijawab salamnnya dan lain sebagainya.
Padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, bahwa Islam yang terbaik itu adalah orang islam yang suka memberi makan orang lain dan suka memberi salam, baik yang dia kenal maupun yang tidak.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ. (رواه متفق عليه).
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhuma Bahwasannya seorang laki-laki bertanya kepda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam : Apakah Islam yang terbaik itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam menjawab, kamu memberi makan dan memberi salam, kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal (HR. Bukhori dan Muslim).
Bahkan kadang seorang muslim menderita karena ulah saudaranya, temannya, atau tetangganya. Bisa karena lisannya yang suka mencaci maki, mengumpat, memfitnah, menggunjing, mengadu domba dan lain sebagainya. Atau juga terkadang menderita karena ulah tangan mereka yang senantiasa mengganggu. Mungkin mencuri barangnya, melempar rumahnya, memukul tubuhnya dan lain sebagainya. Padahal Islam yang terbaik itu, adalah orang islam yang orang islam lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ (رواه متفق عليه).
Seorang muslim itu adalah orang yang kaum muslimin lainya selamat dari lisannya dan tangannya (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh : Abu Fadhel Majalengka
Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam diutus sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, baik yang muslim maupun yang kafir. Dan termasuk juga seluruh makhluk yang ada di permukaan bumi ini.
Allah Ta’ala, Berfirman
وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya : 107).
Sehingga wajib bagi kita untuk senantiasa berkasih sayang sesama kaum muslimin, saling menolong, saling memberi, saling membantu dan lain sebagainya. Dan begitu pula sikap kita terhadap orang kafir, secara sosial kemasyarakatan haruslah bersikap baik.
Menjenguknya ketika sakit, memberinya makan ketika kelaparan, bersama-sama membersihkan lingkungan dan lain sebagainya.
Akan tetapi kalau sudah menyangkut akidah, tentulah harus bersikap tegas. Mungkin diundang merayakan hari rayanya, berdoa dan beribadah bersama, atau yang lainnya yang menyangkut ibadah.
Allah Ta’ala, Berfirman :
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ.
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (QS. Ali Imran 159).
Dan Allah Ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ….
Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir….(QS. al Maidah 54).
Dan Allah Ta'ala berfirman :
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ…
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…. (QS. al Fath 29).
Maka tidak selayaknya sesama kaum muslimin bersikap keras, saling membenci, saling mendengki, dan saling bermusuh-musuhan.
Mungkin dikarenakan tidak segolongannya, separtainya, jamaahnya atau bahkan hanya sekedar beda ustadz dan tempat mengaji, tidak saling memberi salam dan tidak saling memberi hadiah atau makanan.
Atau mungkin sudah keluar dari suatu kelompoknya atau jamaahnya, atau pindah mengaji dan ganti ustadz, akhirnya di hajr (diboikot), tidak dikunjungi kalau sakit, tidak dibantu kalau ada kesusahan, tidak dijawab salamnnya dan lain sebagainya.
Padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, bahwa Islam yang terbaik itu adalah orang islam yang suka memberi makan orang lain dan suka memberi salam, baik yang dia kenal maupun yang tidak.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ. (رواه متفق عليه).
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhuma Bahwasannya seorang laki-laki bertanya kepda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam : Apakah Islam yang terbaik itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa sallam menjawab, kamu memberi makan dan memberi salam, kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal (HR. Bukhori dan Muslim).
Bahkan kadang seorang muslim menderita karena ulah saudaranya, temannya, atau tetangganya. Bisa karena lisannya yang suka mencaci maki, mengumpat, memfitnah, menggunjing, mengadu domba dan lain sebagainya. Atau juga terkadang menderita karena ulah tangan mereka yang senantiasa mengganggu. Mungkin mencuri barangnya, melempar rumahnya, memukul tubuhnya dan lain sebagainya. Padahal Islam yang terbaik itu, adalah orang islam yang orang islam lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ (رواه متفق عليه).
Seorang muslim itu adalah orang yang kaum muslimin lainya selamat dari lisannya dan tangannya (HR. Bukhari dan Muslim).
Komentar
Posting Komentar