Sejak Kapan Rasulullah Sebagai Rahmatan Lil'alamin
SEJAK KAPAN RASULULLAH SEBAGAI RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM ?
Oleh : Abu Fadhel Majalengka
Sejak kapan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai rahmat untuk semesta alam? Apakah sejak beliau diutus sebagai Nabi dan Rasul atau sejak tegaknya khilafah?
Tentulah jawabannya kembali kepada dalil. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjadi rahmat bagi semesta alam semenjak beliau diutus dan dilantik sebagai Nabi dan Rasul.
Allah Ta’ala, Berfirman :
وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِين
َ
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107).
Berkata Ibnu Katsir rahimahullah :
يخبر تعالى أن الله جعل محمدا صلى الله عليه وسلم رحمة للعالمين ، أي : أرسله رحمة لهم كلهم ، فمن قبل هذه الرحمة وشكر هذه النعمة ، سعد في الدنيا والآخرة ، ومن ردها وجحدها خسر في الدنيا والآخرة
Melalui ayat ini Allah Ta'ala memberitahukan bahwa Dia menjadikan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai rahmat buat semesta alam. Dengan kata lain, Dia mengutusnya sebagai rahmat buat mereka. Maka barang siapa yang menerima rahmat ini dan mensyukurinya, berbahagialah ia di dunia dan akhiratnya. Dan barang siapa yang menolak serta mengingkarinya, maka merugilah ia di dunia dan akhiratnya, (Tafsir Ibnu Katsir).
Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma:
من آمن بالله واليوم الآخر كُتب له الرحمة في الدنيا والآخرة ، ومن لم يؤمن بالله ورسوله ، عوفي مما أصاب الأمم من الخسف والقذف.
Bahwa rahmat itu berlaku umum untuk seluruh alam baik orang mukmin maupun orang kafir. Bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka akan mendapatkan rahmat di dunia dan akhirat dan bagi yang tidak beriman akan mendapatkan rahmat di dunia dan terlindungi dari siksaan sebagai penghancuran secara total. Tidak seperti umat para nabi sebelumnya Yang siksaannya dibayarkan tunai. (Tafsir Ath Thabari).
Berkata Abu Hurairah radhiyallahu anhu :
قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ عَلَى الْمُشْرِكِينَ، قَالَ: "إِنِّي لَمْ أبعَثْ لَعَّانًا، وَإِنَّمَا بُعثْتُ رَحْمَةً"
Bahwa pernah dikatakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam : "Wahai Rasulullah, berdoalah untuk kebinasaan orang-orang musyrik." Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: Sesungguhnya aku diutus bukan sebagai pelaknat, melainkan aku diutus sebagai pembawa rahmat. (HR. Muslim).
Berkata Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي رَحْمَةً مُهْدَاةً، بُعثْتُ بِرَفْعِ قَوْمٍ وَخَفْضِ آخَرِينَ” (الجامع الصغير)
Sesungguhnya Allah telah mengutusku sebagai rahmat dan sebagai pintu hidayah. Saya diutus untuk mengangkat suatu bangsa dan untuk menjatuhkan bangsa yang lain. (HR. Ibnu Asakir - Jami’ as-Saghir).
Hanya orang bodoh dan tidak berakal yang mengatakan bahwa rahmatan lil'alamin itu terjadi setelah tegaknya khilafah.
Oleh : Abu Fadhel Majalengka
Sejak kapan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai rahmat untuk semesta alam? Apakah sejak beliau diutus sebagai Nabi dan Rasul atau sejak tegaknya khilafah?
Tentulah jawabannya kembali kepada dalil. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjadi rahmat bagi semesta alam semenjak beliau diutus dan dilantik sebagai Nabi dan Rasul.
Allah Ta’ala, Berfirman :
وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِين
َ
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107).
Berkata Ibnu Katsir rahimahullah :
يخبر تعالى أن الله جعل محمدا صلى الله عليه وسلم رحمة للعالمين ، أي : أرسله رحمة لهم كلهم ، فمن قبل هذه الرحمة وشكر هذه النعمة ، سعد في الدنيا والآخرة ، ومن ردها وجحدها خسر في الدنيا والآخرة
Melalui ayat ini Allah Ta'ala memberitahukan bahwa Dia menjadikan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai rahmat buat semesta alam. Dengan kata lain, Dia mengutusnya sebagai rahmat buat mereka. Maka barang siapa yang menerima rahmat ini dan mensyukurinya, berbahagialah ia di dunia dan akhiratnya. Dan barang siapa yang menolak serta mengingkarinya, maka merugilah ia di dunia dan akhiratnya, (Tafsir Ibnu Katsir).
Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma:
من آمن بالله واليوم الآخر كُتب له الرحمة في الدنيا والآخرة ، ومن لم يؤمن بالله ورسوله ، عوفي مما أصاب الأمم من الخسف والقذف.
Bahwa rahmat itu berlaku umum untuk seluruh alam baik orang mukmin maupun orang kafir. Bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka akan mendapatkan rahmat di dunia dan akhirat dan bagi yang tidak beriman akan mendapatkan rahmat di dunia dan terlindungi dari siksaan sebagai penghancuran secara total. Tidak seperti umat para nabi sebelumnya Yang siksaannya dibayarkan tunai. (Tafsir Ath Thabari).
Berkata Abu Hurairah radhiyallahu anhu :
قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ عَلَى الْمُشْرِكِينَ، قَالَ: "إِنِّي لَمْ أبعَثْ لَعَّانًا، وَإِنَّمَا بُعثْتُ رَحْمَةً"
Bahwa pernah dikatakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam : "Wahai Rasulullah, berdoalah untuk kebinasaan orang-orang musyrik." Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: Sesungguhnya aku diutus bukan sebagai pelaknat, melainkan aku diutus sebagai pembawa rahmat. (HR. Muslim).
Berkata Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي رَحْمَةً مُهْدَاةً، بُعثْتُ بِرَفْعِ قَوْمٍ وَخَفْضِ آخَرِينَ” (الجامع الصغير)
Sesungguhnya Allah telah mengutusku sebagai rahmat dan sebagai pintu hidayah. Saya diutus untuk mengangkat suatu bangsa dan untuk menjatuhkan bangsa yang lain. (HR. Ibnu Asakir - Jami’ as-Saghir).
Hanya orang bodoh dan tidak berakal yang mengatakan bahwa rahmatan lil'alamin itu terjadi setelah tegaknya khilafah.
Komentar
Posting Komentar