AGAR HATI HIDUP
AGAR HATI HIDUP
Oleh : Abu Fadhel Majalengka
Matinya hati seseorang, karena meninggalkan dan lalai dari yang diwajibkan agama ini. Jika hati ingin hidup kembali, kerjakanlah yang diwajibkan atasnya.
Apabila hati telah hidup dan tumbuh bersemi kembali, maka tambahlah dengan amalan sunnah. Karena amalan sunnah penyempurna dan menutupi kekurangan amalan yang wajib
Berkata Al-Imam Al-Hasan Al-Basri rahimahullah,
إن القلوب تموت وتحيا ؛ فإذا هي ماتت فاحمِلُوها على الفرائض ،فإذا هي أُحْيِيَتْ فأدبوها بالتطوع
“Sejsungguhnya hati itu ada yang mati dan ada yang hidup, dan apabila hati itu mati, maka bawalah ia kepada amalan-amalan yang wajib, dan apabila hati itu telah hidup, maka didiklah ia dengan amalan-amalan sunnah.” Az-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal (216).
Berkata Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
« إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ ».
“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad. Berkata Syaikh Al Albani : Hadist Shahih).
Oleh : Abu Fadhel Majalengka
Matinya hati seseorang, karena meninggalkan dan lalai dari yang diwajibkan agama ini. Jika hati ingin hidup kembali, kerjakanlah yang diwajibkan atasnya.
Apabila hati telah hidup dan tumbuh bersemi kembali, maka tambahlah dengan amalan sunnah. Karena amalan sunnah penyempurna dan menutupi kekurangan amalan yang wajib
Berkata Al-Imam Al-Hasan Al-Basri rahimahullah,
إن القلوب تموت وتحيا ؛ فإذا هي ماتت فاحمِلُوها على الفرائض ،فإذا هي أُحْيِيَتْ فأدبوها بالتطوع
“Sejsungguhnya hati itu ada yang mati dan ada yang hidup, dan apabila hati itu mati, maka bawalah ia kepada amalan-amalan yang wajib, dan apabila hati itu telah hidup, maka didiklah ia dengan amalan-amalan sunnah.” Az-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal (216).
Berkata Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
« إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ ».
“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad. Berkata Syaikh Al Albani : Hadist Shahih).
Komentar
Posting Komentar