Materi Qurban 1
MATERI QURBAN 1
Oleh : Abu Fadhel Majalengka
Pembahasan mengenai qurban sudah banyak di bahas oleh para ulama dan para ustadz, penulis disini hanya sekedar memberikan sumbangsih tulisan yang mudah-mudahan menambah wawasan yang sudah ada.
Definisi Qurban ;
Banyak ulama mendefinisikan tentang qurban, diantaranya sebagian ulama mengatakan, qurban adalah :
ما يذبح من بهيمة الأنعام أيام عيد الأضحى بسبب العيد تقرباً إلى الله عز وجل
Sembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha karena datangnya hari raya sebagai ibadah kepada Allah Azza wa Jalla.
Perintah Berkorban
Berkorban hewan ternak (unta, sapi dan kambing) merupakan sesuatu yang disyariatkan dan termasuk syiar Islam.
Allah Ta’ala berfirman :
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” SQ. Al-Kautsar: 2)
Dan Allah Ta'ala berfirman :
قُلْ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى للَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ * لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (SQ. Al-An’am: 162-163).
Dan Allah Ta'ala berfirman :
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُواْ اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِّن بَهِيمَةِ الاَْنْعَـامِ فَإِلَـهُكُمْ إِلَـهٌ وَحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُواْ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (SQ. Al-Hajj: 34)
Berkata Anas bin Malik radhiallahu anhu :
ضحى النبي صلى الله عليه وسلّم بكبشين أملحين ذبحهما بيده وسمى وكبر، وضع رجله على صفاحهما
“Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkuran dengan dua ekor domba gemuk. Keduanya disembelih dengan tangannya, dia membaca basmalah dan bertakbir. Dia letakkan kakinya di atas kedua leher hewan tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berkata Abdullah bin Umar radhillahu anhuma :
أقام النبي صلى الله عليه وسلّم بالمدينة عشر سنين يضحي (رواه أحمد، رقم 4935 والترمذي، رقم 1507 وحسنه الألباني في مشكاة المصابيح، رقم 1475 )
“Nabi shallallahu alaihi wa sallam menetap di Madinah selama sepuluh tahun beliau selalu berkurban.” (HR. Ahmad, no. 4935, Tirmizi, no. 1507, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Misykatul Mashabih, no. 1475)
Hukum Berkorban
Ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Sebagian ulama mewajibkannya dan sebagian yang lain berpendapat sunnah muakkad.
Yang mewajibkan berqurban bagi yang mampu berpedoman kepada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Namun bagi ulama yang berpendapat bahwa berqurban hukumnya sunnah muakkad, mengatakan bahwa hadits yang menjadi dalil wajibnya berqurban bagi yang mampu itu lemah. Syekh Syuaeb Al Arnut rahimahullah melemahkan hadits di atas.
Berkata Syekh Utsaimin rahimahullah :
فذهب جمهور العلماء إلى أنها سنة مؤكدة ، وهو مذهب الشافعي ، ومالك وأحمد في المشهور عنهما .
وذهب آخرون إلى أنها واجبة ، وهو مذهب أبي حنيفة وإحدى الروايتين عن أحمد ، واختاره شيخ الإسلام ابن تيمية وقال : هو أحد القولين في مذهب مالك ، أو ظاهر مذهب مالك ." انتهى من رسالة أحكام الأضحية والذكاة لابن عثيمين رحمه الله .
Jumhur ulama berpendapat bahwa dia merupakan sunah mu’akadah, ini merupakan mazhab Syafii, serta pendapat yang masyhur dari imam Malik dan Ahmad. Yang lainnya berpendapat bahwa berkurban merupakan kewajiban. Ini merupakan mazhab Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari pendapat Ahmad. Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah. Dia berkata, “Ini merupakan salah satu pendapat dari dua pendapat dalam mazhab Malik, atau pendapat Malik yang zahir.” (Risalah Ahkam Udhiyah Wa Az-Zakaah, Ibnu Utsaimin rahimahullah)
Dan Berkata Syekh Muhamad bin Utsaimin rahimahullah :
الأضحية سنة مؤكدة للقادر عليها ، فيُضحي الإنسان عن نفسه وأهل بيته " فتاوى ابن عثيمين 2/661 .
“Berkurban merupakan sunah mu’akadah bagi orang yang mampu, seseorang dapat berkurban untuk dirinya dan keluarganya.” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 2/661).
Bersambung insya Allah.....Ke Materi Qurban ke 2
Oleh : Abu Fadhel Majalengka
Pembahasan mengenai qurban sudah banyak di bahas oleh para ulama dan para ustadz, penulis disini hanya sekedar memberikan sumbangsih tulisan yang mudah-mudahan menambah wawasan yang sudah ada.
Definisi Qurban ;
Banyak ulama mendefinisikan tentang qurban, diantaranya sebagian ulama mengatakan, qurban adalah :
ما يذبح من بهيمة الأنعام أيام عيد الأضحى بسبب العيد تقرباً إلى الله عز وجل
Sembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha karena datangnya hari raya sebagai ibadah kepada Allah Azza wa Jalla.
Perintah Berkorban
Berkorban hewan ternak (unta, sapi dan kambing) merupakan sesuatu yang disyariatkan dan termasuk syiar Islam.
Allah Ta’ala berfirman :
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” SQ. Al-Kautsar: 2)
Dan Allah Ta'ala berfirman :
قُلْ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى للَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ * لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (SQ. Al-An’am: 162-163).
Dan Allah Ta'ala berfirman :
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُواْ اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِّن بَهِيمَةِ الاَْنْعَـامِ فَإِلَـهُكُمْ إِلَـهٌ وَحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُواْ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (SQ. Al-Hajj: 34)
Berkata Anas bin Malik radhiallahu anhu :
ضحى النبي صلى الله عليه وسلّم بكبشين أملحين ذبحهما بيده وسمى وكبر، وضع رجله على صفاحهما
“Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkuran dengan dua ekor domba gemuk. Keduanya disembelih dengan tangannya, dia membaca basmalah dan bertakbir. Dia letakkan kakinya di atas kedua leher hewan tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berkata Abdullah bin Umar radhillahu anhuma :
أقام النبي صلى الله عليه وسلّم بالمدينة عشر سنين يضحي (رواه أحمد، رقم 4935 والترمذي، رقم 1507 وحسنه الألباني في مشكاة المصابيح، رقم 1475 )
“Nabi shallallahu alaihi wa sallam menetap di Madinah selama sepuluh tahun beliau selalu berkurban.” (HR. Ahmad, no. 4935, Tirmizi, no. 1507, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Misykatul Mashabih, no. 1475)
Hukum Berkorban
Ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Sebagian ulama mewajibkannya dan sebagian yang lain berpendapat sunnah muakkad.
Yang mewajibkan berqurban bagi yang mampu berpedoman kepada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Namun bagi ulama yang berpendapat bahwa berqurban hukumnya sunnah muakkad, mengatakan bahwa hadits yang menjadi dalil wajibnya berqurban bagi yang mampu itu lemah. Syekh Syuaeb Al Arnut rahimahullah melemahkan hadits di atas.
Berkata Syekh Utsaimin rahimahullah :
فذهب جمهور العلماء إلى أنها سنة مؤكدة ، وهو مذهب الشافعي ، ومالك وأحمد في المشهور عنهما .
وذهب آخرون إلى أنها واجبة ، وهو مذهب أبي حنيفة وإحدى الروايتين عن أحمد ، واختاره شيخ الإسلام ابن تيمية وقال : هو أحد القولين في مذهب مالك ، أو ظاهر مذهب مالك ." انتهى من رسالة أحكام الأضحية والذكاة لابن عثيمين رحمه الله .
Jumhur ulama berpendapat bahwa dia merupakan sunah mu’akadah, ini merupakan mazhab Syafii, serta pendapat yang masyhur dari imam Malik dan Ahmad. Yang lainnya berpendapat bahwa berkurban merupakan kewajiban. Ini merupakan mazhab Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari pendapat Ahmad. Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah. Dia berkata, “Ini merupakan salah satu pendapat dari dua pendapat dalam mazhab Malik, atau pendapat Malik yang zahir.” (Risalah Ahkam Udhiyah Wa Az-Zakaah, Ibnu Utsaimin rahimahullah)
Dan Berkata Syekh Muhamad bin Utsaimin rahimahullah :
الأضحية سنة مؤكدة للقادر عليها ، فيُضحي الإنسان عن نفسه وأهل بيته " فتاوى ابن عثيمين 2/661 .
“Berkurban merupakan sunah mu’akadah bagi orang yang mampu, seseorang dapat berkurban untuk dirinya dan keluarganya.” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 2/661).
Bersambung insya Allah.....Ke Materi Qurban ke 2
Komentar
Posting Komentar