Materi Qurban 4

MATERI QURBAN 4

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Larangan Memotong Kuku Dan Rambut Bagi Yang Mau Berqurban

Seseorang yang mau berqurban hendaklah tidak memotong kuku dan seluruh rambutnya, baik rambut kepala, ketiak dan lain  sebagainya dimulai dari tanggal 1 Dzulhijjah sampai penyembelihan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

" إذا رأيتم هلال ذي الحجة ، وفي لفظ : " إذا دخلت العشر وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره ". رواه أحمد ومسلم ،

“Jika kalian melihat hilal Dzul Hijjah”, dan dalam redaksi yang lain: “Jika telah memasuki sepuluh awal (bulan Dzul Hijjah), dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaknya anda menahan diri dari (mencukur) rambut dan (memotong) kukunya”. (HR. Ahmad dan Muslim).

Berkata Syekh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah :

إذا أراد أحد أن يضحي ودخل شهر ذي الحجة إما برؤية هلاله ، أو إكمال ذي القعدة ثلاثين يوماً فإنه يحرم عليه أن يأخذ شيئاً من شعره ، أو أظفاره أو جلده حتى يذبح أضحيت

Jika seseorang yang mau berkurban mulai memasuki bulan Dzul Hijjah, baik dengan melihat hilal atau menyempurnakan bulan Dzul Qa’dah 30 hari, maka diharamkan untuk mencukur rambutnya, atau memotong kukunya, atau menguliti kulitnya, sampai hewan kurbannya disembelih. (Fatawa Islamiyah: 2/316).

Adapun keluarganya, menurut pendapat ulama yang lebih shahih, tidak ada larangan untuk memotong kuku dan rambut.

Berkata Syekh Bin Baz rahimahullah :

وأما أهل المضحي فليس عليهم شيء ، ولا يُنهون عن أخذ شيء من الشعر والأظافر في أصح قولي العلماء ، وإنما الحكم يختص بالمضحي خاصة الذي اشترى الأُضحية من ماله اهـ . "فتاوى إسلامية" (2/316) .

“Adapun keluarga orang yang berkurban, mereka tidak terkena kewajiban apa-apa, mereka tidak dilarang mengambil rambut dan kulitnya menurut pendapat ulama yang lebih shahih. Hukum ini secara khusus hanya berlaku bagi orang yang berkurban, yaitu orang yang membeli kambing secara khusus untuk kurban dari hartanya.” (Fatawa Islamiyah, 2/316).

Berkata Para Ulama Al-Lajnah Ad-Daimah :

يشرع في حق من أراد أن يضحي إذا أهل هلال ذي الحجة ألا يأخذ من شعره ولا من أظافره ولا بشرته شيئاً حتى يضحي ؛ لما روى الجماعة إلا البخاري رحمهم الله، عن أم سلمة رضي الله عنها، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ( إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره ) ، ولفظ أبي داود (2791) ومسلم (1977) : ( من كان له ذبح يذبحه فإذا أهل هلال ذي الحجة فلا يأخذنَّ من شعره ومن أظفاره شيئاً حتى يضحي ) سواء تولى ذبحها بنفسه أو وَكَلَ ذَبْحَها إلى غيره، أما من يُضَحَّى عنه فلا يشرع ذلك في حقه ؛ لعدم ورود شيء بذلك  .

Disyariatkan bagi orang yang hendak berkurban, apabila telah masuk bulan Dzulhijah tidak boleh dia mengambil rambut, kuku dan kulitnya sebelum hewan kurbannya disembelih. Berdasarkan riwayat jamaah selain Bukhari rahimahumullah, dari Ummu Salamah radhiallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, hendaknya dia tidak mencabut rambut dan kukunya.

Dalam redaksi riwayat Abu Daud (2791) dan Muslim (1977):

“Siapa yang memiliki hewan sembelihan (kurban) yang akan disembelih, maka jika masuk hilal Dzulhijah dia tidak boleh mengambil rambut dan kukunya sedikitpun hingga dia berkurban.”

Sama saja apakah dia yang langsung menyembelihnya sendiri atau dia wakilkan kepada orang lain untuk menyembelih. Adapun bagi orang yang Menyembelih (kurban milik orang lain) maka tidak ada syariat khusus baginya, karena tidak ada riwayat tentang hal tersebut. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 11/397).

Bersambung Insya Allah ke materi ke 5


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENAPA KAMU DIAM?

SOLUSI MENCEGAH BENCANA

Kehidupan Yang Baik